Indonesia English
Jumat, 22 Maret 2019 |
Hukum dan Kriminal

Polisi Buru Pembuang Mayat di Tol

Selasa, 25 April 2017 18:59:35 wib - Komentar
Mayat pria tak jauh dari gerbang Tol Cilegon Timur, Ds Serdang, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang, Selasa (25/4) dinihari. D

 

SERANG,(Banten88.com): Petugas Satuan Reskrim Polres Serang Kota memburu awak bus yang diduga membuang mayat pria tak jauh dari gerbang Cilegon Timur, Ds Serdang, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang, Selasa (25/4) dinihari. Dari kartu identitas mayat pria yang dibuang dari dalam bus tersebut bernama Drs Mochamad Tauhid, pegawai negeri sipil warga Kp Bihul RT 01/07, Ds Nagrak, Kec./Kab. Cianjur, Jawa Barat.

Diperoleh keterangan, aksi dugaan buang mayat tersebut diketahui oleh Hayudi, 36, dan Supardi, 25, warga Desa Serdang dan Desa Margagiri, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang, sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya, kedua pengojek ini berniat mengambil penumpang yang turun dari bus yang diduga PO Laju Prima jurusan Merak -Rambutan yang baru keluar dari gerbang Tol Cilegon Timur.

Tiba di pintu belakang bus, kedua pengojek ini melihat kondektur bus berusaha mengeluarkan seorang pria. Konduktur bus tersebut kemudian minta tolong kepada ke dua saksi untuk membantu mengeluarkan dengan alasan penumpangnya mabok. Setelah dibaringkan di pinggir jalan, awak bus segera pergi.

Karena penasaran, kedua pengojek ini memeriksa dan meyakini jika korban sudah meninggal dunia karena dirasakan sudah tidak bernafas. Karena tak mau disalahkan, keduanya langsung melaporkan ke Mapolsek Kramatwatu. Mendapat laporan tersebut, petugas reskrim Polsek Kramatwatu bersama Unit Identifikasi Polres Serang Kota segera mendatangi lokasi. Setelah melakukan olah TKP, mayat selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Drajat Prawiranegara di Kota Serang. 

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang Kota, AKP Richardo Hutasoit mengatakan pihaknya telah memerintahkan personil reskrim untuk mencari identitas bus tersebut. Kasat mengatakan kedua pengojek ini tidak sempat mencatat nopol kendaraan bus karena terfokus pada penumpang/korban.

"Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu keterangan dari dokter rumah sakit," jawab Richardo saar dikonfirmasi melalui telepon. (Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top