Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Polisi Tangkap Pembuat Ijazah Palsu

Kamis, 04 Juni 2015 20:36:08 wib - Komentar
Irjen Pol. Unggung Cahyono.

Jakarta, (Banten88.com) – Polisi tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk Alex (32), pemalsu ijazah palsu. Saat dilakukan penangkapan, Alex pasrah tidak melakukan perlawanan. Alex yang sehari-hari diektahui membuka usaha di kawasan Pramuka, Jakarta Pusat, ternyata sudah berhasil mencetak ratusan ijazah palsu dari sejumlah universitas ternama, baik universitas yang ada di Jakarta maupun yang ada di daerah.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono kepada wartawan, saat melakukan jumpa pers membenarkan anggotanya telah berhasil mengamankan salah satu pelaku pembuat ijazah palsu bernama Alex. Dalam melakukan aksinya, Alek tidak sendirian dia dibantu oleh karyawannya yang memiliki keahlian dalam percetakan.

"Pelaku AS ini dia ada usahanya di Jakarta Pusat, ditangkapnya di Jakarta Timur, baru dia yang terlibat pembuatan ijazah palsu" kata Irjen Pol Unggung Cahyono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/6).

Sementara, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti menjelaskan kronologis penangkapan, dalam menjalankan bisnisnya, pelaku dibantu oleh 3 orang yang menjadi mediatornya. Penangkapan Alex, bermula saat polisi menangkap 2 orang mediator yang biasa menghubungkan antara pelaku dengan pemesan ijazah palsu.

Dari penangkapan kedua mediator tersebut, kemudian penyidik melakukan pengembangan dan munculah nama pelaku dari pengakuan kedua mediator tersebut. Setelah berhasil mengetahui identitas pelaku, akhirnya kedua mediator tersebut dilepaskan, dan akhirnya Alex yang menjadi pelaku utama berhasil diamankan polisi

"Sebelumnya beberapa hari lalu kita memang ada menangkap 2 orang calo, tetapi kita lepas karena persangkannya kan turut serta, dan saat itu pelaku utama belum tertangkap sehingga dikembalikan. Dan sekarang pelaku utamanya sudah tertangkap, calonya ada 3 orang masih kita buru," jelasnya.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku dalam menjalankan bisnisnya di Jl Salemba Raya, Pramuka, Jakarta Pusat, dengan cara perantara 3 orang yang menjadi mediatornya. Order pemalsuan ijazah melalui para mediator yang menghubungi tersangka. "Ijazah yang dipalsukan beragam, ada dari IPB, UGM, STIE Perbanas, UI juga ada yang dipalsukan," terangnya.

Dikatakan Krishna, setelah mendapatkan konsumennya, mediator tersebut kemudian membawanya kepada Alex. "Seperti saling membutuhkan, ada yang customernya nyari calo dan sebaliknya juga, calo yang nyari customernya, jadi saling," katanya.

Menurut Krishna, bisnis ilegal ini sudah dijalankan Alex selama 1 tahun. Selama itu, dia sudah mencetak ratusan ijazah palsu. Atas perbuatannya itu, Alex dijerat dengan Pasal 263 KUHP teentang pemalsuan dokumen jo UU Pendidikan No 2 Tahun 2003."Dia cetak hampir 500-an ijazah palsu. Modalnya cuma mesin pemindai atau scanner lalu dicetak," imbuhnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top