Indonesia English
Rabu, 26 September 2018 |
Peristiwa

Polres Serang Kota Menggelar Sholat Ghaib

Jumat, 11 Mei 2018 21:31:26 wib - Komentar
Sholat ghaib dilaksanakan usai melaksanakan sholat Jum'at di Masjid Ats-Sauroh, Kota Serang.
  1. Serang,(Banten88.com): Jajaran Polres Serang Kota menggelar sholat ghaib untuk mendoakan petugas yang wafat pada Insiden kerusuhan  di rutan cabang Salemba Mako Brimob, Depok, Jawa Barat pada Jum'at, 11 Mei 2018. Sholat ghaib tersebut dilaksanakan usai melaksanakan sholat Jum'at di Masjid Ats-Sauroh, Kota Serang.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menyatakan bahwa pihaknya dari Polres Serang Kota mengajak kepada pihak masjid dan masyarakat untuk mengirimkan do'a kepada anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan oleh narapidana teroris.

"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Banten khususnya di Kota Serang, wabil khusus kepada umat muslim yang melaksanakan sholat jum'at untuk ikut bersama-sama mohon keridhoannya untuk mengirimkan do'a kepada para korban dari anggota Polri yang kemarin terjadi insiden," kata AKBP Komarudin usai melaksanakan sholat ghoib di Masjid Ats-Sauroh.

Ia mengaku senang atas antusiasme masyarakat yang ikut serta untuk melaksanakan sholat ghoib bersama untuk mendoakan para syuhada yang telah gugur melaksanakan tugas di Jakarta.

"Insya Allah imbauan ini juga kita berikan kita ajak kepada seluruh DKM Masjid di Kota Serang, alhamdulillah juga seluruh anggota kami hari ini kita seluruhnya menyebar ke seluruh masjid-masjid di Kota Serang," ucapnya.

Dikatakan Komarudin, insiden di Mako Brimob menunjukan bahwa tindakan-tindakan terorisme masih ada disekitar kita.

Sementara itu Humas Masjid Ats-Sauroh Roni Haeroni mengatakan bahwa sholat ghaib tersebut merupakan permintaan dari Kapolres untuk mengajak kepada masyarakat mendoakan aparat yang gugur saat melaksanakan tugas. Sholat ghaib tersebut menurutnya dipimpin oleh Imam tetap masjid K.H Syafari Basar.

Dikatahui kejadian bermula saat Selasa, 8 Mei 2018 petang, terjadi keributan antara napi dan petugas. Polisi menyebut hal ini karena miskomunikasi soal makanan napi milik Wawan yang dikirim pengunjung tidak samapi ke tangan Wawan. Namun, kericuhan justru terjadi mengakibatkan sembilan petugas menjadi korban.

Lima petugas tewas, tiga terluka, dan satu disandera. Satu napi, yakni Beni Samsutrisno, ditembak saat kericuhan pecah pada Selasa (8/5) malam. Satu polisi yang disandera, Brigadir Iwan Sarjana, bebas pada Rabu (9/5) tengah malam.

Petugas melakukan operasi sterilisasi pada Rabu (9/5) hingga selesai Kamis (10/5) pagi. Dari operasi sterilisasi, sebanyak 155 tahanan yang melakukan penyanderaan dinyatakan menyerah, disampaikan melalui pengumuman oleh Menkopolhukam Wiranto didampingi Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Kastaf Presiden Jenderal Purnawirawan Moeldoko. Napi pun dipindahkan ke Nusakambangan.(Ern).

KOMENTAR DISQUS :

Top