Indonesia English
Rabu, 24 Juli 2019 |
Pendidikan

PROF.DR.MURTIR JEDDAWI : HILANGKAN SEGALA PAHAM YANG BERSEBERANGAN DENGAN PANCASILA

Selasa, 04 Desember 2018 19:26:38 wib - Komentar
KAMPUS IPDN.

BANDUNG (Banten88.com) :SENIN (3/12/2018) Mendagri Tjahjo Kumolo melantik Prof.Dr.H.Murtir Jedawi, SH, S.Sos, M.Si sebagai Rektor IPDN Kampus Pusat Jatinangor Sumedang Jawa Barat menggantikan Prof.Dr.Drs.H.Ermaya Suradinata, SH,MH,MS. Kemudian hari Selasa  dilaksanakan acara serah terima jabatan dari Ermaya Suradinata kelahiran Subang (Jabar) 5 Juni 1954 ke Murtir Jeddawi kelahiran Watampone (Sulsel) 15 Mei 1961. Sertijab berlangsung di Balairung Rudini Kampus Pusat IPDN.

Murtir Jeddawi jabatan sebelumnya adalah Guru Besar Fakultas Hukum Tata Pemerintahan IPDN. Demikian pula Ermaya sembari menunggu tugas dari negara lebih lanjut, ia kembali ke kampus IPDN sebagai Guru Besar.

Murtir Jeddawi ketika menjabat sebagai Direktur IPDN Kampus Kalbar beberapa waktu lalu dikenal dengan penegasannya bahwa " Dimana Ada Rakyat Harus Ada Lulusan IPDN. Segala paham yang berseberangan dengan Pancasila dan UUD 1945 harus dihilangkan dari muka bumi Indonesia. Melalui ikrar dan sumpah kesetiaan praja diharapkan dapat menjaga  semua komponen masyarakat untuk selalu siap dan teguh setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai Harga Mati ", tegas Murtir dengan semangat merah putih menyala di dada.

RIWAYAT PENDIDIKAN

Murtir Jeddawi lulusan Fakultas Hukum Universitas Negeri Hasanuddin, Makassar pada 1985. Gelar sarjana ilmu Administrasi Negara diperoeh dari STIA tahun 2000. Sedangkan gelar Magister ADM Publik di Program Pascasarjana UGM pada 1995. Gelar Doctor Ilmu Hukum diperoleh dari Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2004.

Ia Guru Besar Hukum Pemerintahan Daerah IPDN. Juga dosen pada Program Doctor di Universitas Negeri Makassar, Program Pasca Sarjana UI, Program Pascasarjana Unhas dan masih banyak lagi. Dalam acara sertijab tsb, selain ucapan selamat datang dan selamat bekerja untuk rektor baru IPDN Murtir Jeddawi juga disampaikan ucapan terimakasi untuk Ermaya Suradinata Rektor IPDN periode 2015 - 2018 atas pengabdiannya kepada IPDN sehingga IPDN tumbuh menjadi sekolah kedinasan yang sangat berprestasi dan sangat diandalkan.

Ermaya adalah peletak dasar pemikiran yang cerdas tentang adanya tuntutan masyarakat akan hadirnya pimpinan pemerintahan yang cakap, terampil dan mampu melayani. Pemikiran Ermaya sangat cerdas dan konsepsional. Tidak saja tepat untuk saat ini namun juga relevan dengan tuntutan mutu kepemimpinan bidang pemerintahan kedepan.

MURTIR JEDDAWI REKTOR KE 4

Sejak Presiden SBY menggabungkan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Oktober 2007, ada 4 putra terbaik bangsa yang diberi kepercayaan dan tanggung jawab untuk memimpin IPDN. Mereka adalah Prof.Dr.Drs.H.I.Nyoman Sumaryadi, M.Si putra Bali, Dr.H. Suhajar Diantoro putra Kepri. Prof.Dr.Drs.H.Ermaya Suradinata, SH, MH, MS putra Jabar dan rektor ke 4 adalah Prof.Dr.H.Murtir Jeddawi, SH, S.Sos, M.Si putra Susel yang pada 2012 menulis buku tentang Hukum Administrasi Negara.

IPDN adalah salah satu lembaga pendidikan  kedinasan dalam lingkungan Kemendagri. Bertujuan menyiapkan pimpinan pemerintahan tingkat pusat dan daerah yang berjiwa nasionalis, cinta NKRI dan menjunjung tinggi Kebhinekaan serta berwawasan kebangsaan. IPDN juga berikrar sebagai kampus pusat Revolusi Mental. (SS).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top