Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Seputar Banten

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT STPI BEKALI WARGA UNTUK HIDUP MANDIRI

Rabu, 24 Oktober 2018 19:11:43 wib - Komentar
KANTOR Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kampus STPI Curug.

JAKARTA (Banten88.com) :SEKOLAH Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug yang merupakan sekolah dibawah naungan Kementerian Perhubungan semakin mendudukan eksistensinya sebagai kampus yang peduli dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang dipimpin Yenni Arnaz, ST, M.SI secara aktif memberikan pelatihan keterampilan bidang Las Listrik, Perawatan AC dan Instalasi Listrik  untuk masyarakat sebagai bekal untuk hidup mandiri.

Seperti dituturkan Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STPI, Ika Endrawijaya, bahwa dosen memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni tugas Mengajar, Meniliti dan melakukan Pengabdian kepada masyarakat. Karena, masih ungkap Ika pada media cyber Banten88.com (Selasa 23/10/2018) bahwa ilmu yang dimiliki para dosen selain ditransfer ke para taruna STPI guna meningkatkan kemampuan mereka, ilmu tsb juga harus bermanfaat untuk masyarakat. Diklat Pemberdayaan Masyarakat, masih urai Ika, ini merupakan program pemerintah yang diamanahkan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti STPI dimulai sejak 20 Maret 2018 dan selesai pada akhir tahun ini." Insya Allah tahun 2019 akan dilanjutkan lagi dengan 4200 peserta baru ", tambah Ika.

Ia menuturkan lagi untuk tahun 2018 terdapat 4050 anggota masyarakat atau personel yang bekerja dilingkungan bandara yang harus diberdayakan.

Kegiatan ini dimaksudkan agar setelah mereka mengikuti program pemberdayaan masyarakat, bisa hidup mandiri dan menghidupi keluarganya dari keterampilan bidang las listrik, perawatan AC dan kemahirannya dalam menata instalasi listrik.

Seorang kepala desa di Kecamatan Curug melaporkan, bahwa warganya saat ini sudah terampil dalam pembuatan pagar besi dan teralis setelah mengikuti program pemberdayaan masyarakat dari STPI. Kades tsb mengucapkan terimakasih kepada STPI karena warganya sudah benar - benar bisa hidup mandiri.

Program pemberdayaan masyarakat ini berlangsung selama 9 hari. STPI tidak hanya memberi teori, namun saat peserta usai mengikuti program pemberdayaan masyarakat, alat - alat praktek yang dipergunakan saat pelatihan seperti peralatan las, gerinda, pelindung lengan, kacamata las, sarung tangan dlsb, diserahkan langsung kepada peserta sebagai modal mengawali pemberdayaan dirinya agar bisa mandiri untuk menghidupi keluarga.

PRIORITAS PESERTA MASYARAKAT PENGANGGUR

Diklat pemberdayaan masyarakat STPI sudah dilaksanakan untuk warga sekitar  kampus STPI Curug, Kabupaten Tangerang. Dilanjutkan ke Lebak, Padang, Bandung, Semarang, Medan, Jakarta. Saat ini sedang dilangsungkan di Lampung. Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STPI Yenni Arnas sedang berada di Lampung. Setelah dari Lampung akan dilanjutkan ke Pandeglang.

Peserta diklat pemberdayaan masyarakat diprioritaskan kepada warga yang sudah lama menganggur dan sudah punya keluarga atau tamatan SLA yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena keadaan. 

PESERTA DARI SISWA SMK

Sedangkan untuk peserta diklat dari siswa SMK mereka memperoleh materi tentang Basic Emotion. Dalam catatan media cyber Banten88.com tentang basic emotion adalah emosi dasar yang menjadi watak manusia. Antara lain tentang perasaan senang dan bahagia. Atau aksi mengantisipasi sesuatu juga harapan atau prediksi. Materi lainnya untuk peserta SMK adalah Human Factor

atau aktifitas manusia dalam kehidupan maupun situasi kerja. Juga hubungan manusia dengan mesin, hubungannya dengan prosedur dan lingkungannya serta aturan - aturan, dan tentang hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Materi untuk peserta SMK masih dipadatkan dengan Safety Management Systems yakni sistem managemen komprehensif yang dirancang untuk mengelola elemen keselamatan ditempat kerja.

KESELAMATAN PENERBANGAN

Dalam paparannya lebih lanjut kepada media cyber Banten88.com, Ika Endrawijaya mengatakan, kami mendapat amanah dari Ketua STPI, bapak Capt. Novyanto Widadi, bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat harus mengandung unsur tentang keselamatan penerbangan dan keamanan penerbangan. Ketua STPI juga berpesan agar peserta program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan STPI, setelah selesai mengikuti kegiatan ini bisa hidup mandiri sehingga program pemberdayaan masyarakat ini benar - benar bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Demikian Sekretaris Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STPI, Ika Endrawijaya. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top