Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Ekonomi dan Bisnis

Program Revitalisasi Industri Jalan Tol Indonesia, Menteri PUPR Berharap ATI Menjadi Mitra Kerja

Kamis, 06 Desember 2018 16:40:13 wib - Komentar
Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) selaku asosiasi yang mewadahi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia menggelar Forum Group Discussion.di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Kamis (5/12).

Tangerang,(Banten88.com),- Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) selaku asosiasi yang mewadahi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia menggelar Forum Group Discussion.

Untuk pertama kalinya dengan mengangkat tema “Revitalisasi Industri Jalan Tol: Menyongsong Konektivitas Trans Jawa dan Sumatera” Acara ini juga bertujuan untuk menginisiasi program revitalisasi industri jalan tol di Indonesia agar menjamin keberlangsungan usaha dan manfaat infrastruktur jalan tol bagi masyarakat, bertempat di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada Kamis (5/12).

Pada kesempatan ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan membuka FGD dan menyematkan pin kepada pengurus ATI sebagai simbolisasi perkenalan dan pemberian selamat kepada pengurus ATI periode 2018-2023, yaitu Ketua Umum : Desi Arryani, Sekretaris Jenderal : Krist Ade Sudiyono. Bendahara : M. Ramdani Basri. Anggota Pengurus : Bidang Kebijakan dan Investasi : Herwidiakto. Bidang Kebijakan Pembangunan : Bambang Pramusinto. Bidang Kebijakan Pengembangan Transaksi Tol : Subakti Syukur. Bidang Kebijakan Pengembangan Lalu Lintas : Suamir Tioniwar. Bidang Kebijakan Pemeliharaan : Trihadi Kamanto. Bidang Kebijakan Komunikasi Publik : Banu Subianto

 Basuki berharap, ATI mampu menjadi mitra kerja yang benar-benar simbiosis mutualistis dengan Kementerian PUPR. Jadi bisa saling membantu dalam hal pengelolaan tol. “Dengan adanya ATI, saya ingin memantapkan proses pengambilan keputusan terkait bisnis jalan tol. Terutama untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Karena mereka sudah bayar saat menggunakan tol, pasti mereka menuntut services yang lebih baik juga," kata Basuki.

Selain itu, sebagai pemateri acara ini, ATI menghadirkan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Perwakilan Dirjen Perhubungan Darat, Perwakilan Korlantas Polri, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, dan perwakilan BUJT yang disampaikan oleh Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono.

Menanggapi kegaiatan ini, Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono mengatakan bahwa penyelenggaraan FGD ini merupakan bagian dari berbagai rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Asosiasi Jalan Tol Indonesia. Hasil dari acara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan industri jalan tol nasional, khususnya pada program kemitraan strategis antara pemerintah dan badan usaha, dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan jalan tol di Indonesia.

“Sebagai asosiasi professional yang mewadahi 56 BUJT di Indonesia, keberadaan ATI juga diharapkan dapat ikut bersinergi dalam upaya meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan usaha jalan tol bagi masyarakat, serta meningkatkan peran serta seluruh anggota menjadi bagian dari stakeholder pembangunan Indonesia, “ ungkap Krist. (Iman).

KOMENTAR DISQUS :

Top