Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Advetorial

Public Awareness:Bangun Kesadaran Konsumsi Pangan Sehat

Sabtu, 04 Juli 2015 19:01:22 wib - Komentar
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemeterian Pertania dan Distanak Banten menggelar Public Awareness.

Serang : Konsumsi daging oleh masyarakat terus meningkat. Untuk menjaga kualitas produksi dan konsumsi pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) di Provinsi Banten, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian bekerja sama dengan RRI dan Pemerintah Daerah Provinsi Banten melalui Distanak Banten menggelar Public Awareness tahun 2015.

“Untuk menjaga ketersediaan stock daging di Banten, kami terus memberikan fasilitasi kepada produsen daging dengan menyediakan Rumah Potong Hewan (RPH),” kata Plt Gubernur Provinsi Banten Rano Karno pada kegiatan Public Awareness, Kamis (2/7).

Rano menjelaskan, kasus daging berformalin ditemukan paling banyak pada usus ayam. hal ini terjadi karena usus ayam mudah busuk. Apabila petugas menemukan kasus penyimpangan, akan dilakukan peneguran dan meminta pedagang menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi. “Pembinaan dilakukan secara intensif kepada pedagang tersebut dan jika terbukti mengulangi maka akan diserahkan kepada pihak berwenang,” jelasnya.

Rano mengimbau, semua stakeholder yang memproduksi pangan asal hewan hendaknya tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap bahan pangan yang diproduksinya sehingga dapat merugikan dan meresahkan konsumen. Kepada konsumen,  diharapkan untuk selalu waspada dan teliti dalam membeli/memilih pangan asal hewan yang akan dikonsumsi.

“Masyarakat pun diharapan untuk berperan aktif melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila menemukan unit usaha atau perorangan yang memproduksi pangan asal hewan yang tidak aman, sehat, utuh dan halal (asuh),” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, untuk mencegah penyimpangan pada produk daging hewan, Distanak Banten melalui Bidang Peternakan akan melakukan pembinaan kepada pedagang untuk tidak mencampurkan zat berbahaya pada daging dan bahan makanan.

Eneng menjelaskan, Public Awareness  (PA) dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu memproduksi pangan asal hewan (PAH) yang memiliki daya saing demi menjamin kesehatan dan ketentraman bathin masyarakat dalam mengkonsumsi daging melalui penyediaan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

“Masyarakat harus menyadari pentingnya mengonsumsi pangan, terutama daging yang memenuhi kriteria higiene dan ASUH,” kata Eneng yang turut menghadiri pembukaan pasar murah di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang.

Perlu diketahui, kegiatan Public Awareness  (PA) Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen merupakan kerjasama antara Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan LPP RRI. [ADV]

KOMENTAR DISQUS :

Top