Indonesia English
Minggu, 21 Januari 2018 |
Peristiwa

Ratusan Warga Unjuk Rasa Tolak Megaproyek Panas Bumi di Padarincang

Rabu, 20 Desember 2017 20:19:32 wib - Komentar
Sejumlah warga yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat Tolak Geothermal Padarincang (SAPAR) melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Kecamatan Padarincang, kabupaten Serang, Banten. Rabu, (20/12/2017).

Serang,(Banten88.com): Sejumlah warga yang tergabung dalam  Syarekat Perjuangan Rakyat Tolak Geothermal Padarincang (SAPAR)  melakukan  unjuk rasa di halaman Kantor Kecamatan Padarincang, kabupaten Serang, Banten. Rabu, (20/12/2017).  Aksi tersebut digelar untuk menolak megaproyek panas bumi (Geothermal) di Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Koordinator aksi, Abdurrahman mengatakan proyek tersebut dinilai telah merusak lingkungan yang ada di Padarincang, sebab selama ini Gunung Prakasak yang dijadikan proyek panas bumi adalah sumber mata air untuk menghidupi keseharian warga.

"Kita khawatir, adanya proyek tersebut bisa merusak lingkungan dan membuat hilangnya sumber mata air di Padarincang," kata Abdurrahman saat berorasi.

Sementara Ketua Mahasiswa Pinggiran (Maping) Banten, Hendra Wibowo menjelaskan,  pada amanah Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 termaktub jelas bahwa bumi, air dan kekayaan alam digunakan untuk sebaik-baiknya kemakmuran rakyat.

"Tidak hanya itu, pelaksana megaproyek panas bumi harus melihat aturan yang berlaku pada UU Nomor 12 Tahun 2017 tentang panas bumi," jelasnya saat diwawancara disela-sela aksi.

Hendra juga mengatakan, keputusan pemerintah dinilai keliru dalam melaksanakan megaproyek Geothermal di Kampung Wangun.  " PT. Sintesa Energy tidak mengedepankan kepentingan lingkungan sekitar dan pemahaman yang utuh." ucapnya.

Sementara Ustaz Aun, tokoh ulama Padarincang yang ikut serta dalam unjuk rasa ini meminta Camat padarincang untuk menyatakan sikap mendukung warga menolak proyek panas bumi tersebut. Jika tidak ulama kharismatik ini bersama santrinya akan mendatangi pemerintah Provinsi Banten.  "Pak Camat harus mendukung perjuangan rakyat. Pak Camat harus keluar dan menyatakan sikap," singkatnya.(Faiz).

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top