Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Razia Polres Serang Selama Ramadan, 7000 Miras Dimusnahkan

Rabu, 08 Juli 2015 20:33:36 wib - Komentar

Serang, (Banten88.com) – Peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Serang semakin tumpah ruah. Hampir dipangkalan atau outlet jamu ditemukan minuman yang membuat orang menjadi setengah sadar. Untuk itu, Polres Serang selama bulan suci Ramadan gencar melakukan razia miras di sejumlah tempat yang biasa dijadikan tempat penjualan miras.

Berkat razia rutin, tidak tanggung-tanggung petugas berhasil mengamankan sebanyak 7.000 botol miniman keras berbagai merek dari warung diseputaran Serang. Dari hasil razia sepanjang bulan suci Ramadan tersebut, minuman beralkohol itu dimusnahkan jajaran petugas Polres Serang di halaman Mapolres.

Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifuddin kepada wartawan mengatakan, pemusnahan miras tersebut dilakukan untuk menekan peredaran minuman beralkohol di wilayah hukumnya.  "Miras ini kita dapatkan dari hasil operasi menjelang dan selama bulan Ramadan. Kita dapati dari berbagai tempat, ada yang berasal dari tempat hiburan, warung jamu, toko, dan warung rumahan. Jumlahnya cukup banyak, kalau bikin kolam bisa untuk berenang," ujar Nunung Syaifuddin, di sela pemusnahan miras di Mapolres Serang, Rabu (8/7).

Dikatakan Nunung, dari tindak pidana kejahatan, baik curas maupun curat pelakunya sebagian besar dalam keadaan mabuk, dan miras ini pemicu kejahatan yang bisa membuat pengkonsumsinya menjadi hilang kesadaran dan memaksa berbuat jahat. "Ini dari beberapa kasus yang kita tangani, ada campur tangan miras, yang menyebabkan bagi yang memnumnya tidak mampu lagi berpikir jernih," katanya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, operasi miras merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan jajarannya. Karena saat ini umat muslim tengah melaksanakan ibadah bulan puasa, maka intensitas kegiatan razia miras semakin ditingkatkan."Harapan kita paling tidak bisa meminimalisir peredaran miras. Selain merazia miras, kita juga mengamankan enam orang yang sudah menjadi tersangka, mereka kita kenakan tindak pidana ringan,” tukasnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada wartawan mengatakan, dibeberapa wilayah Sahur on the road (SOTR) sudah melenceng dari tujuan awal. Makan sahur sebaiknya dilakukan di rumah atau di masjid saja. "Sahur di mesjid atau musola saja, kaya ngga ada tempat saja," ujar Badrodin Haiti menyikapi soal SOTR, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7).

Dikatakan Badrodin, dia menilai banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari SOTR. Salah satunya adalah timbul gesekan antar kelompok yang menggelar SOTR. "Masa bulan puasa harusnya melatih kesabaran, menahan emosi, malah tawuran. Itu tidak baik, dimana ibadahnya, sahur itu kan ibadah juga, menurut saya di mesjid dan musola, atau di rumah masing-masing saja kan lebih aman," urainya.

Tak semua pegiat SOTR hanya sekedar hura-hura, kibar bendera, dan konvoi di jalan. Salah satu contoh positif yang dilakukan mahasiswa IPB saat menggelar SOTR di Bogor. Seperti yang dilakukan Bagus Sukma Agung, Mahasiswa Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, IPB Angkatan 2012 bersama teman-temannya melakukan sahur untuk pemulung

“Makanan nasi bungkus dan air minum kemasan dibagikan kepada para pemulung, petugas kebersihan, pengamen, dan kaum-kaum yang 'kurang mampu’,” terang Bagus.

Bagus bersama temannnya melakukan SOTR pada 26 Juni lalu bersama mahasiswa IPB yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sosial dan Al Khidmah Kampus IPB. Rute yang mereka lalui di sekitar Bogor kota meliputi Stasiun Bogor, Tugu Kujang, dan Pusat Grosir Bogor. Saat membagikan, mahasiswa IPB ini juga tertib berlalu lintas. Mereka memakai helm. (Dang)

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top