Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Hukum dan Kriminal

Razia Prostitusi Saritem, 169 PSK Digaruk

Kamis, 21 Mei 2015 17:14:11 wib - Komentar

Bandung, (Banten88.com) –Lokalisasi esek-sek di pusat Kota Bandung kembali dirazia. Ratusan kupu-kupu malam Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berada di lokalisasi Saritem Bandung terjaring razia polisi. Mayoritas perempuan muda berpakaian seksi yang sedang menunggu tamunya itu langsung digiring ke Mapolrestabes Bandung guna pendataan identitas.

Razia besar-besaran yang dilakukan petugas kepolisian Polrestabes Bandung ini berlangsung selama satu setengah jam. Razia prostitusi Saritem yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB berhasil menggaruk 169 PSK. Aparat kepolisian Polrestabes Bandung langsung bergerak menggerebek tempat prostitusi rumahan Saritem yang berlokasi di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu malam (20/5).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol kepada wartawan mengatakan, razia besar-besaran yang dilakukan jajarannya untuk menjawab keresahan masyarakat yang selama ini sudah apriori terhadap keberadaan lokalisasi Saritem. "Kita buktikan dan 169 PSK yang terjaring kita amankan," kata Kapolres.

Selain mengamankan pekerja seks, petugas juga menggaruk 32 pria hidung belang dan mucikari yang menjadi mamihnya. Seluruh PSK yang dan penikmat selanjutnya didata identitasnya akan diserahkan ke Dinsos Kota Bandung. Bagi mucikari, sambung dia, pihaknya siap menindak tegas sesuai aturan hukum berlaku.

"Ada yang kita amankan diduga 14 mucikari dan calo 40 orang. Jika terbukti sebagai mucikari, tentunya kita kenakan pidana," jelasnya

Seperti diketahui, Pemkot Bandung telah menutup lokalisasi Saritem sejak tahun 2007. Namun, hanya pasca penutupan itu hanya beberapa minggu saja para PSK tidak menjalankan aktivitasnya. Setelah itu, Saritem kembali menggeliat meski kerap digempur razia. Yang mengejutkan, dalam razia tersebut petugas menemukan sebanyak 400 rumah yang dijadikan sebagai rumah bordil PSK.

"Setelah kita identifikasi, ternyata ada 400 rumah yang masih digunakan tempat bordil, jadi selama ini Saritem belum tutup rupanya,” tukas Kapolrestabes.

Tampak perempuan muda berpenampilan menor dan berpakaian mini berusaha menghindar dari sorotan kamera wartawan. Para PSK berhamburan keluar dari bangunan rumah permanen berjejer mengelilingi gang-gang di kawasan padat permukiman. Tak urung mereka jadi tontonan warga yang meneriaki para PSK yang diangkut ke mobil Dalmas. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top