Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Peristiwa

Ribuan Buruh Unjuk Rasa Menuntut Ditetapkanya UMK 2017

Kamis, 17 November 2016 21:18:27 wib - Komentar
Ribuan buruh unjuk rasa di depan kantor gubernur Banten. Kamis. (17/11).

SERANG,(Banten88.com):Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja berunjukrasa di depan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten. Kamis (17/11). Unjuk rasa buruh ini menuntut segera ditetapkannya UMK 2017 dan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78  tentang pengupahan.

Ketua DPD SPN Provinsi Banten Ahmad Saukoni mengatakan, Aksi tersebut dilakukan wujud penolakan buruh pada PP 78 mengenai pengupahan yang dinilai buruh tidak sesuai dengan harapan.

"Oleh karenanya sebagai bentuk penolakan dari buruh, kami akan melakukan aksi secara besar-besaran. Hal ini dilakukan karena PP 78 telah membuat Provinsi Banten menjadi darurat upah minim, sedangkan harga-harga kebutuhan ekonomi terus melambung tinggi," ujarnya.

PP 78 tersebut, lanjut Saukoni, harus dapat disesuaikan dengan keinginan buruh.

"Bukan kami ingin berpihak secara miring, tapi kepihakan kepada buruh ini tidak terlihat sama sekali. Makanya kami mengingatkan di Banten ini yang menganggur banyak, sedangkan upah buruh saja belum sejahtera. Ditambah lagi keluar PP 78 membuat kami jadi tidak puas dan merasa keputusan ini tak adil," jelasnya.

Wakil Ketua KSPSI DPD Provinsi Banten  Suryadi menambahkan, rekomendasi yang sudah disampaikan UMK dari tiap Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten segera dikeluarkan SKnya. Karena Upah minimum sektoral dari tiap Kabupaten Kota tetap memakai UU 13 Tahun 2003.

"Makanya kami berharap Plt Gubernur bisa manangkap aspirasi kami, bahkan dapat mengeluarkan pernyataan yang membuat kami menjadi senang. Tapi apabila tak sesuai, kami akan terus melakukan aksi dan bertahan di kantor Pemprov Banten sampai Plt mengeluarkan SK penetapkan upah minimum yang sesuai dengan rekomendasi oleh Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten," ucapnya.

Berdasarkan pantauan, pemerintah provinsi Banten bersedia menemui perwakilan buruh. Asda I Setda Pemprov Banten Anwar Mas’ud bersama Kadisnakertrans Banten Alhamidi menerima perwakilan buruh di Aula Setda.

Dalam audiensi tersebut, buruh meminta kepada Plt Gubenur Banten Nata Irawan untuk segera mengakomodir rekomendasi UMK dari kabupaten/kota. mereka meminta komitmen pemprov Banten terkait penetapan UMK, namun  menolak jika pemerintah tetap berpatokan pada PP 78.

Menurut perwakilan buruh Tukimin, jika buruh sejahtera, maka tidak akan mungkin akan mendemo pemprov.

“Kalau buruh masih ke sini itu tandanya belum sejahtera. Kami meminta pemerintah harus hadir untuk memberikan keadilan kepada rakay, kepada buruh. Saya orang  Banten, KTP saya Banten, wajar saya mengkritik Banten,” tukasnya.

Ia menilai ketidak hadiran plt untuk menemui perwakilan buruh merupakan bentuk ketidak berpihakan pemerintah daeraha kepada rakyat. “Kita harus sadarkan, kami siap melawan, kami tidak pernah takut,” tegasnya.

Sementara, Asda I Setda Pemprov Banten Anwar Mas’ud mengungkapkan pihaknya akan menyampaikan tuntutan buruh kepada Plt Gubernur Nata Irawan. Sebelumnya, ia juga menyampaikan plt Nata Irawan bukan tidak mau menemui para buruh namun karena tugas lain, Nata pun mendelegasuikan kepadanya.

“Tuntutan teman-teman buruh nanti akan kami sampaikan ke plt, intinya buruh menolak PP 78,” katanya.

Terkait perbedaan rekomendasi UMK dari kabupaten/kota, lanjut Anwar, hal itu akan disesuaikan berdasarkan kondisi pada masing-masing daerah. “Saya harus melapor dulu,” singkatnya.(OKAN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top