Indonesia English
Minggu, 25 Agustus 2019 |
Peristiwa

RIBUAN MASA KEPUNG PABRIK SEMEN MERAH PUTIH, PINTU GERBANG HANCUR

Selasa, 28 Februari 2017 17:18:31 wib - Komentar
Ribuan warga kabupaten Lebak melakukan aksi unjuk rasa di halaman PT Cemindo Gemilang produsen sement merah putih yang berlokasi di Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Banten. Selasa (28/2).

LEBAK,(Banten88.com): Ribuan warga kabupaten Lebak melakukan aksi unjuk rasa di halaman PT Cemindo Gemilang produsen sement merah putih yang berlokasi di Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Banten. Selasa (28/2).

Pendemo datang dari berbagai pelosok memadati halaman kantor perusahasn semen terbesar di Asia Tenggara dengan pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian Polres Lebak dan Brimob Polda Banten.

Dalam orasinya pendemo menuntut pihak management perusahaan memperkerjakan warga pribumi sesua kesepakatan awal antara pihak perusahaan dengan masyarakat.Memutus kontrak bagi perusahaan yang tidak memiliki legal standing dan memperhatikan kesejahteraan nelayan setempat."Kami meminta Cemindo menjadikan warga pribumi sebagai karyawan dan menghentikan kegiatan perusahaan ," ujar Ade Irawan korlap aksi saat orasi.

Sementara Buya Karis selaku penanggungjawab aksi mengatakan,awal berdirinya perusahaan semen merah putih ini  telah membuat kesepakatan dengan warga Bayah.Dalam kesepakatan tersebut PT Cemindo menyepakati akan merekrut 70 persen karyawan di ambil dari warga pribumi dan 30 persen dari luar pribumi.

"Awalnya Cemindo berjanji akan memperkerjakaan 70 persen dari warga pribumi dan 30 persen non pribumi untuk menjadi karyawan,"Kata Buya Karis dilokasi aksi.

Selain itu menurut Buya,warga juga menuntut perusahaan agar tidak memperkerjakan tenaga kerja asing,mengingat kehadiran orang asing dinilai merampas hak warga pribumi untuk menjadi karyawan di perusahasn semen merah putih tersebut." Pulangkan orang asing ke negara asalnya jangan di jadikan karyawan disini.Warga pribumi juga cukup mumpuni di jadikan karyawan dengan kemampuanya masing-masing,"ungkap Buya.

Suasana aksi kian memanas, setelah mendapat informasi bahwa pihak Cemindo tidak bersedia menemui pendemo,masa mulai merangsak mendekati pintu masuk kantor PT Cemindo.
Tanpa adanya komando ribuan masa membakar puluhan ban mobil bekas dan mendobrak pintu gerbang sehingga pintu gerbang menjadi hancur.Namun suasana dapat terkendali dengan kesigapan sejumlah perwira Polres Lebak sehingga suasana menjadi kondusif.(eli).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top