Indonesia English
Jumat, 23 Oktober 2020 |
Pendidikan

RUKMANA PIMPINAN SDN 1 SUKAMULYA : SEKOLAH DARING BANYAK KENDALA

Senin, 12 Oktober 2020 19:40:22 wib - Komentar
RUKMANA, SPD, MM pimpinan SDN 1 Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar.

Kuningan (Banten88.com) : SEKOLAH dengan system Daring setelah berjalan beberapa bulan dimulai bertepatan setelah pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna antisipasi menyebarnya virus mematikan Covid 19, ternyata sekolah daring banyak kendalanya.
Hal itu juga diakui Rukmana, S.Pd, MM, pimpinan sekolah SDN 1 Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar.

Kepada media cyber Banten88.com, Rukmana menguraikan kendala yang dialami saat proses sekolah system Daring.
Pertama, tidak semua orang tua murid bisa mengoperasikan HP berbasis teknologi Android.

Kedua adalah masalah pulsa. Adanya bantuan pulsa dari pemerintah kan baru-baru ini saja. Tapi itu juga belum mengcover seluruh siswa. Sedangkan sejak pemerintah menerapkan PSBB, orang tua anak didik sudah harus membeli pulsa biaya sendiri.

Ketiga, tidak semua anak didik punya HP berbasis teknologi Android. Jika didalam keluarga hanya punya satu HP Android dan itu biasanya digunakan ayah dan dibawa ke kantor, sehingga akan berdampak terlambatnya meng apload soal-soal atau tugas dari guru. Karena anak didik tsb baru bisa meng apload soal pada malam hari menunggu ayah pulang kantor.

Keempat, masih urai Rukmana, tidak semua daerah punya akses internet yang lancar. Sinyal susah didapat otomatis untuk membuka tugas dari guru sangat terkendala. Disini, siswa-siswi yang tinggal di Cisantana 3, Babakan Mulya sangat sulit memperoleh sinyal.
Seperti diketahui, kawasan Cisantana dan Babakan Mulya lokasinya cukup jauh dari pusat kota Kuningan.
Kelima, papar Rukmana lebih lanjut, ada juga orang tua siswa yang sama sekali tidak biasa mengoperasikan HP Android. Bahkan mengenal HP Android pun tidak.
Oleh karena itu, beber pimpinan SDN 1 Sukamulya ini,  jika pemerintah katakan, sekolah Daring itu mudah.
Iya memang mudah untuk yang tinggal dikota-kota besar, sinyal hand phone lancar dan orang tua sudah biasa mengoperasikan HP Android.

" Untuk kami yang tinggal didaerah melaksanakan sekolah dengan cara Daring ternyata dilapangan kendalanya cukup besar," tutur Rukmana dengan keprihatinan mendalam.
Sekolah Daring juga menyulitkan para guru mengontrol anak didik apakah mereka benar-benar sedang belajar atau mungkin malah asyik main game?.
Kalau sekolah tatap muka, anak terawasi terus oleh guru. Sedikit meleng langsung kena tegur. Kalau dengan system Daring, bagaimana mau menegur walaupun mereka di absen, tegas Rukmana masih dengan nada keprihatinan mendalam.

DANA BOS
Untuk Triwulan 3 dan 4, SDN 1 Sukamulya memperoleh dana BOS Rp.48.600.000,-.
Dalam uraiannya, Rukmana menjelaskan, penggunaan dana BOS tersebut antara lain :
Kegiatan pembelajaran seperti untuk Protokol Kesehatan berupa pembelian masker, hand sanitizer, sabun guna ditaruh di wastafel.
Pembelian Timbangan untuk Usaha Kegiatan Sekolah (UKS) untuk menimbang berat badan anak didik.
Pembelian alat kesehatan untuk mengukur suhu tubuh.
Biaya percetakan soal dan honor pelaksana.
Perbaikan lingkungan sekolah untuk pengecatan dan lain sebagainya.
Demikian Rukmana, S.Pd, MM, pimpinan SDN 1 Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top