Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Ekonomi dan Bisnis

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Industri Sektor Riil Diuntungkan

Kamis, 15 Oktober 2015 17:34:26 wib - Komentar
Ilustrasi Rupiah menguat terhadap dolar AS.

Jakarta,(Banten88.com):  Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh  level Rp. 13.200 membantu kalangan industri di sektor ril. Khususnya yang mengandalkan produksi dari bahan baku impor.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni menjelaskan besarnya pengaruh penguatan rupiah bagi perbankan. Sehingga diharapkan penguatan rupiah ini masih terus berlanjut‎ sampai menyentuh batas fundamental yang diperkirakan oleh Bank Indonesia (BI).

"Penguatan dolar berpengaruh, sangat berpengaruh. Memang kita harapkan rupiah itu levelnya sesuai fundamentalnya, dengan adanya penguatan itu kondisi ini berharap berlangsung terus sampai yang BI anggap itu sudah mencapai batas fundamental di angka berapa," ujarnya di Kantor Pusat BNI, Jakarta,‎ Kamis (15/10/2015) seperti diberitakan detik.com.

Menurut Baiquni, ‎dengan rupiah yang menguat, tentunya membantu kalangan industri di sektor ril. Khususnya yang mengandalkan produksi dari bahan baku impor. Karena bisa mengurangi beban biaya yang muncul saat pelemahan rupiah.

"Kan kita ada nasabah di sektor ril, karena bahan bakunya impor, saat rupiah melemah tentu menaikkan ongkos produksi, nah itu kan menjadi beban bagi perusahaan. Kalau rupiah menguat‎ itu bisa membantu mereka" terangnya.

Maka dengan demikian, pembayaran kredit dari perusahaan ke perbankan juga bisa lancar. Artinya perbankan bisa menjaga kredit‎ bermasalah atau non performing loan pada level yang baik. Baiquni menyebutkan NPL bank berkode BBNI itu tahun ini diperkirakan sebesar 2,8%.  "Akhir tahun 2,8% untuk NPL," tegasnya.

Selain penguatan rupiah, juga harus dijaga sisi kestabilan. Sebab‎, nilai tukar yang bergerak terlalu fluktuatif maka akan mempersulit dunia usaha untuk menentukan arah bisnisnya. Termasuk dalam berinvestasi atau ekpansi. "Kestabilan itu diperlukan‎ setelah penguatan. Biar bisnis itu ketahuan arahnya," kata Baiquni. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top