Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Rutan Serang Disusupi Pengirim Sabu Lewat Kupat Sayur

Rabu, 03 Juni 2015 21:56:38 wib - Komentar
Gedung Rutan Serang, Banten.

Serang, (Banten88.com) – Modus penyelundupan barang haram kembali terjadi di Rutan Serang. Uniknya, narkoba jens sabu seberat 0,5 gram, dimasukan dalam kupat tahu sayur yang dibungkus plastik putih persis seperti kupat tahu bungkus. Beruntung, petugas lapas Rutan sigap, dan berhasil mengamankan barang haram tersebut.

Kepala Rumaha Tahanan (Karutan) Serang, Prihartanti ketika dikonfirmasi membenarkan uapaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang dibawa salah seorang pengunjung. Petugas keamanan lapas berhasil menggagalkan karena sebelumnya petugas mencurigai gerak-gerik pengunjung yang akan membesuk.

"Hebatnya pengunjung itu hanya menitipkan. Kemarin sore ada pengunjung yang menitipkan makanan kupat tahu sayur,  dan setelah diperiksa di pos pertama lolos, kemudian di pos kedua, komandan jaga merasa ada yang mencurigakan,” katanya.

Kecurigaan petugas sambung Prihartini, dalam makanan lontong sayur itu, ketika diperiksa dengan cara memencet isi dalam gumpalan kupat seperti ada sesuatu yang aneh di dalam tahu nya. “Setelah dipencet seperti mencurigaka, ada yang keras-keras, karena penasaran, kemudian dibongkarn dan ternyata dalamnya ada sabu,"urainya.

Dikatakan Prihartanti, makanan yang dibawa oleh salah satu pengunjung tersebut sebenarnya ditujukkan kepada DP, salah satu narapidana yang terjerat kasus narkoba. Sayangnya, petugas tidak berhasil menidentipikasi identitas pengirim kupat sayur terseut. Menurutnya, petugasnya lupa mencatat nama dalam buku tamu si-pengirim kupat sabu itu.

"Kami akui petugas kami lalai mencatat identitas si pengirim. Sudah kita lakukan koordinasi dengan Polres Serang, dan kita lakukan penyelidikan di dalam Rutan, semua terekaman CCTV,” katanya

Dari pengakuan petugas piket kata Prihartanti, diketahui identitas si pengirim makanan adalah seorang perempuan muda. Kepada petugas, pengirim mengelabui petugas jaga dengan mengirim makanan kepada SA, seorang napi kasus kriminal umum. Saat ditanyakan kepada SA, dia tidak mengaku dan tak merasa memesan makanan kepada siapapun. "Ya ibu-ibu muda lah, dia menitipkan untuk SA, padahal itu untuk ke DP, karena mereka ini satu kamar jadi bisa berbagi," kilahnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top