Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Pendidikan

SDN Ciruas 4 Terapkan Pak Kumis Membaca

Rabu, 29 Agustus 2018 22:02:09 wib - Komentar
Gerakan literasi sekolah di SDN Ciruas 4 dengan mencanangkan Pagiku Kamis Membaca

Serang,(Banten88.com):Sekolah Dasar Negeri Ciruas 4, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mewajibkan para peserta didik untuk membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kepala SDN Ciruas 4, Aat Sugiana, S.Pd menegaskan, kegiatan pembiasaan membaca buku ini dilaksanakan setiap hari Kamis dengan nama icon, pagiku Kamis membaca (Pak Kumis Membaca).

Aat menerangkan, buku yang dibaca itu bukan buku mata pelajaran (mapel), seperti buku cerita, dongeng dan buku lainnya. Kegiatan ini merupakan pembelajaran literasi sekolah guna menerapkan program penumbuhan budi pekerti kepada peserta didik.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 sampai sekarang. Waktunya dari jam 07.00 Wib sampai 07.15 Wib. Pesertanya seluruh warga sekolah yakni pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik,”terang Aat kepada wartawan, Rabu (29/8/2018).

Untuk bisa melihat efek dari kegiatan ini, lanjut Aat, bisa dilihat dari kunjungan para siswa ke Perpustakaan. “Kalau kunjungannya meningkat, berarti kegiatan pembiasaan membaca ini berpengaruh terhadap para peserta didik,”ujarnya.

Sementara itu, Guru kelas VI A, Rukmini, S.Pd mengatakan, jenis buku yang akan dibaca itu bebas.Buku itu harus pantas dan disukai oleh peserta didik sesuai dengan tingkatannya. Penetapan ini sesuai dengan petunjuk dari kepala sekolah SDN Ciruas 4.

“Buku-buku yang dibaca bisa berjenis sastra Indonesia dan luar negeri. Bahkan, jenis bacaan serupa koran atau majalah bisa digunakan sekolah. Untuk menetukan metode membaca, diserahkan kepada pihak sekolah, bisa menerapkan metode membaca nyaring, dalam hati dan sebagainya,”katanya.

Pada hakikatnya, kata Rukmini, program membaca ini diharapkan bisa menumbuh kembangkan potensi utuh para siswa siswi terutama pada kemampuan mereka dengan kegiatan membaca buku tersebut. Dengan begitu, budaya membaca di Indonesia bisa berkembang ke depannya. (Iman).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top