Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Pendidikan

SDN Gembor 1 Binuang, Orang Tua Bagian Ekosistem Pendidikan

Rabu, 07 November 2018 11:49:00 wib - Komentar
siswa siswi SDN Gembor 1 kecamatan Binuang

Serang,(Banten88.com): Kualitas pembelajaran yang diperoleh anak didik di sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, kepala sekolah dan guru, namun juga menjadi tanggung jawab orang tua. Sebaik apapun pelajaran yang diperoleh para siswa, jika tidak ada keberlanjutannya saat di rumah, maka hasil pembelajaran yang didapatkan oleh anak-anak pun tidak akan optimal. Maka diperlukan kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Hal itu dikatakan Ketua Paguyuban wali kelas 1, SDN Gembor 1, kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Kabah kepada wartawan, di sekolah, Rabu (7/11).

Kabah mengatakan untuk menjembati komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa yang langsung berkaitan dengan substansi pendidikan dan teknis pembelajaran, seyogianya dapat dibentuk forum atau paguyuban orang tua siswa sebagai wujud nyata upaya untuk turut aktif terlibat dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari ekosistem. 

Kabah mengungkapkan, pada tahun ajaran 2018/2019, siswa-siswi kelas 1 proses pembelajaran terpaksa masih di lantai karena belum punya meja dan kursi. Melihat keadaan ini prihatin. Berawal dari inilah ide inspiratif dari Paguyuban Wali kelas 1 untuk membeli meja dan bangku untuk belajar peserta didik.

“Inilah yang mendasari kami, paguyuban wali kelas 1 untuk membeli meja dan kursi tiap siswa satu set. Desain dan modelnya kita yang pilih sendiri dan pemesanannya juga sendiri. Setiap meja dan bangku kita berinama siswa masing-masing. Jadi nanti kalau anak kita naik kelas II bangkunya tinggal dipindah ke kelas II begitulah seterusnya,”ungkap Kabah.

Salah satu orang tua murid, Kholifah mengatakan tujuan paguyuban, agar sesama orang tua siswa saling mengenal lebih dekat, menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas di antara orang tua siswa, sehingga ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu dan mendiskusikan banyak hal untuk perbaikan dan kemajuan sekolah. Dengan cara ini, pihak sekolah tidak merasa sendirian, tapi memiliki partner atau teman untuk bersama-sama saling memajukan sekolah. Dengan demikian upaya meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan merupakan kerja kreatif yang bersifat partisipatif dan kolaboratif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Gembor 1, Saepudin, S.Pd, SE merespon secara positif apa yang dilakukan oleh Paguyuban wali murid kelas I yang telah peduli dengan bidang pendidikan. Harapan agar para orang tua siswa terlibat aktif di sekolah, ini sesuai dengan strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa tujuan pendidikan tidak semata-mata membentuk insan pendidikan yang cerdas, tetapi juga ekosistem pendidikan yang cerdas dan berkarakter dengan dilandasi semangat gotong royong.

“Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih kepada paguyuban wali kelas I yang telah peduli dengan keadaan di sekolah. Kami memberikan Respon positif kepada pengurus paguyuban wali kelas I. Kami takut karena sekarang ini ada Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 87 tentang saber pungli. Jadi sekolah mau apa-apa juga bingung,”tuturnya.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Dasar UPT Dindikbud Kecamatan Binuang, Suhendar, M.Pd mengungkapkan setelah melakukan kunjungan ke SDN Gembor 1, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh orang tua murid. Pendidikan dengan cara pandang seperti ini tidak lagi menjadi sebatas program, tapi gerakan. Ada perbedaan mendasar antara program dan gerakan. Pendidikan dipandang sebagai program, jika pendidikan dilaksanakan secara parsial oleh sebuah unit pendidikan. Sedang pendidikan yang didekati sebagai sebuah gerakan melibatkan semua pemangku kepentingan pendidikan, atau dalam istilah sekarang “ekosistem pendidikan”. (Iman).

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top