Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Pendidikan

SDS Al Mudzakkaroh Belajar Mengolah Sampah

Sabtu, 10 November 2018 11:26:31 wib - Komentar
Kegiatan praktek membuat karya kreatif dari bahan limbah plastik

Serang,(Banten88.com): Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah sekolah yang diikuti para guru, perwakilan orang tua murid dan komite sekolah SDS Al Mudzakkaroh, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang berlangsung lancar. Pelatihan mengelola sampah plastik menjadi salah satu kreatifitas sekolah seperti media tanam, sampah organik dikelola menjadi pupuk organik dan sampah kertas menjadi daur ulang kertas. Hasilnya nanti dikreasikan di masing-masing sekolah sesuai dengan ide. Hal itu dikatakan Kepala SDS Al Mudzakkaroh, Siti Maryati, S.Pd kepada wartawan, di sekolah, Sabtu (10/11).

Maryati mengatakan praktek pengelolaan sampah ini memberikan wawasan pengetahuan dan ketrampilan bagi para peserta pelatihan bagimana cara mengelola sampah tersebut menjadi barang kreatif yang bernilai.

“Terima kasih kepada PT. Capfa Comfeed Indonesia Unit Cikande-Serang yang telah memberikan pelatihan pengelolaan sampah di sekolah. Program pendampingan sekolah hijau kepada para guru, wali murid, Ketua RT dan Komite sekolah sangat berguna sekali,”kata Maryati.

Pemateri Pendampingan Iswadi mengatakan pendampingan pengelolaan sampah di beberapa sekolah yang sedang dilaksanakan ini merupakan program sekolah hijau Japfa, bekerja sama dengan Yayasan Pena Bulu, Pasar Minggu, Jakarta. Program ini memeberikan pelatihan dan pendampingan cara mengelola sampah di sekolah. Ada 10 sekolah yang ikut pendampingan yakni 7 sekolah dasar di kabupaten serang dan 3 sekolah dasar di kabupaten Tangerang.

“7 SD di Kabupaten Serang yang sedang kita dampingi dalam pelatihan mengelola sampah di sekolah secara bergiliran antara lain SDN Cikande 3, SDN Cikande 2, SDN Cibeureum, SDS Al Mudzakkaroh, SDN Cimasuk, SDN Pabuaran dan SDN Gabus 3 kecamatan Kopo. Sedangkan yang di Kabupaten Tangerang, SDN Cikupa 1, SDN Cikupa 2 dan SDN Cikupa 4,”kata Iswadi.

Iswadi menyampaikan pelatihan ini untuk mendukung program kebersihan lingkungan sekolah. Hasil pelatihan bisa dikreasikan di masing-masing sekolah sesuai ide kreativitas. Nantinya sekolah diharapkan bisa mempunyai kebun sekolah, taman sekolah, taman baca, kantin hijau dengan memanfaatkan limbah plastik, sampah organik bisa di media tanam. Adanya bank sampah, nasabahnya siswa tetapi basisnya kelas.

“Untuk bank sampah,tidak semua sekolah. Seperti Pilot Projeck percontohan dua sekolah yakni SDN Cikande 3 dan SDN Cikupa 1. Pengurus bank sampah dari unsur guru, orang tua dan komite sekolah,”katanya.

Pendamping lainnya, Ismariyah, S.Pd dan Nuryati, S.Pd menambahkan pemanfaatan limbah sekolah seperti sampah plastik dapat dibuat prakarsa untuk hiasan atau pajangan setiap kelas dengan hasil karya siswa kemudian untuk memacu semangat diadakan lomba menghias antar kelas dan yang berhasil menjadi pemenangnya bisa dijadikan sebagai duta sampah dimana anak tersebut belajar. (Iman).

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top