Indonesia English
Selasa, 25 Juni 2019 |
Nasional - Seputar Banten

Sebelum Menuju Makam Pahlawan, Gubernur Rano Disambut Bugle Corrps Surosowan

Minggu, 16 Agustus 2015 20:51:05 wib - Komentar
Pawai obor.

Serang, (Banten88.com) – Menyambut hari Kemerdekaan 70 tahun banyak daerah melakukan bermacam kegiatan. Mulai dari pertandingan olah raga, balap karung, panjat pinang dan pentas seni menghiasai semaraknya Agustusan. Tidak heran, di Banten, baik disejumlah ruas jalan protokol maupun jalan Kampung dan perumahan, selain diharuskan memasang bendera merah putih juga bertebaran berbagai macam atribut dengan bendera merah dan putih.

Di pendopo lama kantor Gubernur Banten, tampak sejumlah acara mulai Minggu (16/8) malam sudah dipersiapkan. Sejak sore tadi, dilokasi tersebut sudah diseterilkan oleh petugas Gegana Polda Banten. Pukul 19. 30, Drum and Bugle Corrps Gita Surosowan Banten akan berkeliling mengitari Kota Serang. Drum band yang baru saja pulang mengikuti perlombaan di Amerika, dipastikan akan menghibur warga Banten yang sudah menantinya sejak sore hari.

Penampilan atraktif dan unik, begitu terlihat ketika anak-anak Gita Surosowan Banten yang masih berusia belasan tahun memainkan alat Bugle Corps. Baik barisan dan ketukan lagu yang dibawakan sungguh memukai ribuan masyarakat yang berjejer di halaman alun-alun Kota Serang. Acara tersebut disuguhkan tidak lain dalam rangka menyambut HUT RI ke 70.

“Saya bersyukur mas bisa tampil di pentas dunia, dan disini agar masyarakat Banten mengetahui apa yang kemarin kita lakukan di Amerika, sekarang bisa dinikmati disini,” kata Aridoyo, Kepala pelatih Bugle Corps Gita Surosowan.

Gubernur Banten, Rano Karno menggeleng-gelengkan kepala, kagum menyaksikan penampilan anak-anak Gita Surosowan. Kepada wartawan Rano mengatakan, club marching Gita Surosowan memiliki kemampuan luar biasa. Dan ini salah satunya yang menjadi andalan Banten. “Sungguh saya terpukau menyaksikan anak-anak, dan itu harus kita pertahankan,” katanya.

Acara taptu atau pawai obor ini, setiap tahunnya rutin dilakukan jajaran Pemprop Banten, Muspida dan masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan. Setelah dilakukan pawai obor, Gubernur Rano akan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP), Ciceri, Kota Serang. Kedatangan Rano disana, untuk melakukan renungan suci mengenang jasa para pahlawan Banten yang telah berani berkorban untuk kemerdekaan Indonesia.

Acara pawai obor yang diikuti sejumlah sekolah, pegawai dan masyarakat Banten begitu meriah, warga tumplek antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan panitia. Sejumlah atribut yang menjadi lambang bendera pusaka merah putih menggelora dikibarkan disetiap sudut Kota semakin menambah rasa nasionalis masyarakat Banten yang larut dalam perayaan Kemerdekaan. “Sekarang kita hanya mengisi kemerdekaan itu dengan sebaik-baiknya,” tutur Rano.

Sementara kegiatan Agustusan disejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak kalah meriahnya. Untuk mengisi kegiatan tersebut, mereka melakukan jalan sehat bertema BUMN Hadir Untuk Negeri, Minggu (16/8). Di Kota Serang.  Sejumlah warga dan perwakilan pegawai BUMN yang ada di Banten mengikuti jalan sehat sepanjang 8 kilometer ini.

Lain halnya dengan Gubernur Banten Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku memiliki tujuan khusus menyelenggarakan kegiatan "Napak Tilas" ke tempat-tempat bersejarah. Melalui program tersebut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu berharap warga dapat lebih menghargai perjuangan pahlawan yang berhasil meraih kemerdekaan Indonesia. 

"Kami ingin masyarakat Indonesia memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak turun dari langit begitu saja. Kemerdekaan Indonesia adalah hasil keringat, tetesan darah, dan nyawa pejuang. Bukan hadiah dari Jepang begitu saja," kata Djarot, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Minggu (16/8). 

Dikatakan Djarot, Laksamana Muda Maeda bukanlah membawa nama negaranya untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia. Dia adalah warga asal Jepang yang memiliki simpati pada warga Indonesia agar dapat merebut kemerdekaan dari negaranya. Rumahnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol pun digunakan Presiden pertama Soekarno dan Wakil Presiden pertama Muhammad Hatta untuk merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Laksamana Maeda hanyalah satu orang Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mengikuti napak tilas ini. Saya minta ke depan setiap hari Sabtu atau Minggu, seluruh pelajar bisa mengunjungi museum ini supaya bisa menginspirasi," kata Djarot. 

Adapun Djarot bersepeda onthel bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pejabat DKI serta Komunitas Sepeda Indonesia (KSI). Rute napak tilas kemerdekaan itu dimulai dari halaman Balai Kota-Gedung Pancasila-Gedung Joang 45- dan berakhir di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (rumah Laksamana Maeda).

Basuki memilih tidak melanjutkan napak tilas, mengingat dini hari nanti, ia harus mendampingi Presiden Joko Widodo renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Sementara Djarot melanjutkan napak tilas ke Taman Pemakaman Umum Karet Bivak untuk berziarah ke istri Soekarno yang juga menjahit bendera merah putih, Fatmawati Soekarnoputri dan ke Tugu Proklamasi Jakarta Pusat. (Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top