Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Seputar Banten - Pemerintahan

Sekda Banten Membuka Diklatpim Tingkat IV Tahun 2015

Senin, 06 April 2015 20:23:35 wib - Komentar

Pandeglang,(Banten88.com): Sekretraris Daerah (Sekda) Banten H Kurdi Matin membuka Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV di lingkungan Pemprov Banten Tahun 2015 bertempat di Gedung Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Provinsi Banten, di Karang Tanjung – Kab. Pandeglang, Banten. Senin. (06/04).

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan, dalam proses rekrutmen dan penempatan pejabat publik akan dilakukan dengan proses seleksi secara transparan, kompetitif, dan berbasis pada pemberian kompensasi kepada pegawai atas baik kerjanya pegawai tersebut. Jika baik akan naik begitu juga sebaliknya. “Penempatan pejabat ini nantinya akan melibatkan komisi aparatur sipil negara, Komisi ini berupaya untuk mengatur hubungan antara pejabat politik dengan pejabat karir. Jadi ada mekanisme hubungan yang jelasantara pejabat politik dan pejabat karir,” Kata Sekda Kurdi Matin.

Menurut Sekda, dengan keluarnya UU ASN No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara akan membawa perubahan dalam pengembangan kapasitas pegawai. “Pegawai sudah saatnya dipandang sebagai aset organisasi, karena kesadaran pemerintah di tingkat pusat dan daerah memandang staf sebagai aset itu masih rendah, padahal pengembangan diri menjadi hak dari seseorang pegawai,” ujarnya.

Beberpa perbuahan dalam UUN ASN, lanjut sekda secara otomatis akan berimplikasi pada managemen kinerja terhadap PNS. Kinerja PNS menurut sekda akan diukur secara individu setiap tahunnya. “Bagi pegawai yang kinerjanya buruk selama tiga tahun berturut-turut , maka yang bersangkutan bisa diberhentikan begitu juga dengan sistem penggajiannya akan didasarkan pada indeks berbasis kinerja,” ungkapnya.

Terkait Diklatpim, Sekda menjelaskan, sesuai dengan perkembangan pemerintahan dan pembangunan, maka materi dan cara pembelajraanya akan mengalami beberapa perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Diklatpim pola lama. Perubahan itu terutama pada materi pembelajarannya yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Leadership birokrasi disektor publik. Selain materi pembelajaran, perubahan lain yang membedakan pola lama dengan pola baru adalah cara pembelajarannya yang berbasis pada pengalaman dan pembelajarannya tidak sepenuhnya klasikal, tapi sifatnya on-off kampus “Saya minta kepada semua peserta Diklat untuk mulai siap mengikuti pendidikan dengan sistem pola baru yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangandan kemajuan saat ini.

Faktor kedisiplinan penting bagi setiap PNS, apalagi jika telah diterapkan kebijakan Aparatur Sipil Negara (ASN) maka akan menjadi sebuah profesi dan dituntut kejujuran, disiplin dan profesionalisme setiap aparatur”, kata Sekda.

Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Provinsi Banten Endrawati menyebutkan, Diklatpim Tingkat IV ini berjumlah 163 orang yang berasal dari 6 Kabupaten/Kota di Banten. diantaranya dari Pemkab Pandeglang sebanyak 40 orang, Pemkot Cilegon sebanyak 10 orang, Pemkab Tangerang sebanyak 41 orang, Pemkab Serang sebanyak 20 orang, Pemkot Tangerang 40 orang, dan Pemkot Tangsel sebanyak 12 orang. “Diharapkan hasil yang dicapai adalah membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat yang akan berperan dan melaksanakan tuga dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing,”

Endarawati mengatakan, terdapat perubahan mengikuti sistem pola baru dalam Diklat Kepemimpinan, terutama terkait dengan waktu pelaksanaan yang awalnya hanya 42 hari dan sekarang menjadi 97 hari.

“Dalam diklat pola baru tidak hanya kemampuan menyusun rencana aksi tetapi juga kemampuan untuk mengimplementasikan, Lebih Sedikit Teori dari Praktek dan Lebih di tekankan pada pembentukan karakter kepemimpinan dan bagaimana kemampuannya menyelesaikan serta menerapkan proyek perubahan di organisasinya sesuai tugas kewenangannya,” jelasnya.

Selain itu dengan pola ini, peserta pendidikan dan latihan lebih banyak melaksanakan kegiatan diluar kelas (out class) daripada didalam kelas (in class). Disini peserta dituntut memiliki kreativitas dan inovasi yang dapat diterapkan agar pekerjaannya lebih baik kedepan. “Dengan konsep ini diharapkan tersedianya pejabat yang memiliki kapastitas dan kapabilitas yang sesuai dengan peryasratan jabatan eselon IV. Selain itu dapat merubah organisasi walapun dalam bentuk yang kecil dan sederhana sekalipun,” ucap Endrawati. (YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top