Indonesia English
Kamis, 07 Juli 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Sekda Ranta: Bank Banten Hanya Menerima, Bagaimana Kebijakan Politik Saja

Kamis, 24 November 2016 19:38:42 wib - Komentar
Sekda Banten Ranta Suharta.

SERANG,(Banten88.com): Penyertaan modal Bank Banten kembali menuai kritikan beberapa anggota parlemen. Adanya usulan dari DPRD Banten yang akan menghentikan sementara penyertaan modal untuk PT Banten Global Development (BGD) untuk pembelian saham Bank Banten, mendapat respon dari Sekda Banten. Dewan menilai PT BGD sudah menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, hal itu mungkin saja terjadi. Menurutnya, hal itu sesuai amanat Perda Nomor 5 tahun 2013.

“Saya kira ga mungkin lah. Pembahasan kan belum selesai ditambah waktu juga sudah mepet,” kata Ranta usai membuka kegiatan Seminar DWP ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ di pendopo gubenur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (24/11).

Dikatakan Ranta, BGD sudah dipanggil oleh Badan Anggaran untuk mengetahui berapa kebutuhan anggaran termasuk untuk penyertaan modal. “Paling tidak kita sudah menjalankan perda no 5 tahun 2013. Besar kecilnya masih dibahas,” ujarnya.

Terkait pengambil alihan kewenangan Bank Banten dari BGD ke Pemprov Banten, lanjut Ranta, hal itu membutuhkan proses. Artinya, Permprov bisa pegang Bank Banten tanpa melalui BGD itu tergantung OJK. Kita tunggu satu tahun atau dua tahun, kalau sehat kembali secara keuangan itu dianjurkan ke provinsi jadi ada itung-itungan ojk, ya 2017 bisa saja,” jelasnya.

Ditambahkan Ranta, dalam waktu dekat ini Bank Banten itu sudah bisa mengelola kas daerah. “Kemarin saya ditelepon OJK, mereka sudah keluarkan Bank Persepsi. Jadi tahun depan full kasda dikelola Bank Banten,” imbuhnya.

Menanggapi isu tersebut, Komisaris Bank Banten Asmudji HW kepada wartawan menyampaikan, sebagai penerima mandat prinsipnya mengikuti kebijakan pemegang saham.

"Kalau kita kan bagaimana kebijakan politik anggaran dari dewan. BGD dan Bank Banten hanya menerima. Bagaimanapun kita kan hanya mendapatkan mandat, kebijakan ada di pemegang saham," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini saham yang dimiliki PT Banten Global Development (BGD) yang diberi amanat oleh pemprov untuk mengakuisisi Bank Banten, sebanyak 35,41 persen. Ia mengatakan, rencananya pada akhir tahun ini saham pemprov menjadi 51 persen.

"Akhir tahun ini akan menjadi 51 persen. Penyertaan modal itu kan amanat perda nomor 5 tahun 2013. Namun, perkembangannya bisa berubah, bisa saja ada perda baru," katanya.(Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top