Indonesia English
Rabu, 20 Maret 2019 |
Nasional - Politik

Sewa Rumah Dinas Airin 200 Juta Dipertanyakan

Kamis, 17 September 2015 21:53:55 wib - Komentar
Airin Rachmi Dhiany.

Tangerang, (Banten88.com) – Calon Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Dhiany terus diserang dari berbagai penjuru. Setelah disangkut-pautkan dengan dugaan korupsi Alkes, kini Airin mulai diserang oleh orang-orang yang selama ini berada dalam pusaran kekuasannya. Serangan itu datang dari mantan orang dekat Airin, yakni Abdul Hamied yang menyebut Airin telah meyelewengkan anggaran rumah dinas wali kota dengan menjadikan rumah pribadinya sebagai rumah dinas.

Namun tudingan Hamied dibantah keras oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Tangerang Selatan Uus Kusnadi. Meski dia membenarkan bahwa Airin selama menjadi Wali Kota sempat menggunakan rumah pribadinya yang ada di vila Alam Sutera Serpong Tangerang sebagai rumah dinas wali kota.

"Ya benar informasi itu, betul bu Airin menggunakan rumah pribadinya sebagai rumah dinasnya, anggaran untuk sewa rumah dinas wali kota sebesar 200 juta per tahun. Kalau rumah dinas wakil wali kota anggarannya 175 juta, terus apa masalahnya," kata Uus kepada wartawan ditemui diruang kerjanya, Kamis (17/9) siang.

Dikatakan Uus, sebagai wali kota dalam aturannya Airin diperbolehkan menggunakan rumah  pribadinya sebagai rumah dinasnya. Ketentuan itu seperti yang sudah diatur dalam pedoman umum penyusunan APBD yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tansel sebelumnya belum ada karena masih dibangun bersamaan dengan proyek pembangunan pusat pemerintahan terpadu di Tangerang Selatan. “Ini kan hasil pemekaran, dulu belum memiliki rumah dinas,” ujarnya.

Uus membenarkan, Airin sejak menjadi wali kota pada tahun 2011 menggunakan rumah tinggal miliknya menjadi rumah dinas. Namun, perlu disampaikan sejak pada tahun 2014 anggaran yang dialokasikan untuk rumah dinas sebesar 200 juta itu tidak terserap. Karena pada Januari tahun itu  rumah tersebut digeledah oleh KPK terkait penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TTPU) yang menjerat suami Airin, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

Ditanya apakah dari sewa rumah dinas tersebut uangnya masuk ke kantong  pribadi Airin, Uus mengaku tidak bisa memastikan apakah anggaran sewa rumah dinas benar masuk langsung ke kantong pribadi atau ada mekanisme lain. "Untuk tekhnisnya silahkan anda Tanya saja ke bagian umum, soalnya mekanisme dan detailnya saya tidak tahu dan beliau yang paham. Nah itu disana kewenangannya untuk  kepemilikan rumah itu atas nama bu Airin, di saya tidak ada datanya," urainya.

Kepala Bagian Umum Setda Kota Tangerang Selatan Abdul Azis ketika dikonfirmasi menolak memberikan komentarnya. Azis terlihat gugup dan mengaku belum bisa menjelaskan persoalan rumah dinas karena dia belum lama menjabat. "Waduh saya kurang paham itu, coba nanti saya tanya dulu ya sama orang yang dulu yang mengurus itu, saya harus cari data dulu," katanya.

Seperti diketahui, kubu pasangan nomor urut tiga, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie terus diserang lawan politiknya. Kubu mereka merasa difitnah oleh pemilik akun Facebook bernama Cak Hamied. Pemilik akun tersebut, Abdul Hamied memuat artikel yang isinya tentang anggaran sewa rumah dinas Wali Kota Tangerang Selatan yang diduga masuk kantong pribadi Airin karena menggunakan rumah pribadinya sebagai rumah dinas wali kota.

"Betul, saya yang tulis begitu. Saya bisa tahu karena dulu saya ikut gabung di tim sukses Airin-Benyamin. Cuma sudah empat tahun lebih saya enggak ikut-ikut kegiatan mereka lagi," kata Hamied yang dihubungi seperti dikutip Kompas.com.

Di dalam postingan-nya, Hamied menulis alasannya berhenti mendukung Airin dan Benyamin. Dia memutuskan itu saat mengetahui soal rumah pribadi Airin yang dijadikan rumah dinas. Rumah tersebut berlokasi di Alam Sutera, Tangerang.

Menurut Hamied, Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum memiliki rumah dinas untuk wali kota dan wakil wali kota sehingga dalam APBD dialokasikan anggaran setiap tahunnya untuk sewa rumah dinas. Hamied menyebutkan, dengan digunakannya rumah pribadi Airin di Alam Sutera sebagai rumah dinas, uang sewa rumah dinas otomatis masuk ke kas pribadi Airin, selaku pemilik rumah tersebut.

Hamied melihat, di dalam peraturan, tidak ada larangan rumah pribadi dijadikan sebagai rumah dinas. Namun, Hamied menganggap hal tersebut tidak etis dilakukan oleh Airin sebagai wali kota. "Kalau mau, kan sebenarnya bisa sewa rumah lain. Wakil Wali Kota saja sewa rumah lain, jadi jelas uangnya dipakai untuk apa," ujar Hamied.

Dia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari salah satu orang dekat Airin yang lain. Namun, Hamied enggan menyebutkan siapa orang tersebut. "Yang pasti, dia masih orang Pemerintah Kota Tangsel," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, tim kuasa hukum calon wali kota nomor urut tiga, Airin-Benyamin, melaporkan kubu mereka yang dinilai mendapat black campaign ke Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan, Rabu (16/9). Dalam laporannya, terdapat dua poin dugaan black campaign yang diarahkan kepada pasangan petahana itu, salah satunya fanpage dengan nama Airin Rachmi Diany di jejaring sosial Facebook yang dibajak. (Dang).

KOMENTAR DISQUS :

Top