Indonesia English
Rabu, 26 Juni 2019 |
Hukum dan Kriminal

Sidak Jajanan Ramadhan, BPOM Serang Temukan Takjil Mengandung Borak

Jumat, 02 Juni 2017 19:11:17 wib - Komentar
ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com):Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang menemukan makanan pembuka puasa atau takjil jenis otak-otak mengandung borak, saat melakukan sidak di pusat jajanan ramadhan, di sampaing gedung Islamic Masjid Agung As-Tsaurah Kota Serang, Jumat (2/6).

Kepala BPOM Serang, Nurjaya Bangsawan mengatakan, dari 20 jenis makanan yang dilakukan pemeriksaan, hanya satu item yang diketahui mengandung zat berbahaya dan tak layak dikonsumsi, yakni makanan otak-otak yang mengandung borak. Di mana pada sidak beberapa makanan yang diambil ialah makanan dengan warna cerah dan makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya.

“Kami ambil sampel yang diduga mengandung formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow. Dari sampling 20 Item, ada 1 item yang tidak memenuhi syarat, yaitu otak-otak karena mengandung borak,” katanya.

Menurut Nurjaya, pada Jumat (2/6) kali ini, pihaknya membagi dua tim yang diturunkan untuk memeriksa pangan yang dijual baik di Pasar maupun pusat jajanan Ramadan. Tujuan dari pemeriksaan ini untuk memastikan makanan yang dijual tidak mengandung zat berbahaya.

”Jajanan bulan puasa yang kita periksa diantaranya, tahu, kikil, rendang, kerupuk, pacar cina, ketupat, cumi, ikan asin, bumbu somai dan yang lainnya. Hal ini kita lakukan untuk memastikan makanan ini aman dari bahan berbahaya, apalagi di bulan Ramadan ini, daya beli masyarakat juga cukup tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurjaya, menjelaskan, borak adalah zat kimia yang digunakan sebagai bahan pengawet dan memiliki kandungan zat beracun yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Borak yang telah dikonsumsi manusia, makan substansi zat berbahaya akan terserap oleh usus untuk kemudian menumpuk di dalam hati, ginjal, serta testis. “Jika  dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker,” katanya.

Pihaknya juga akan memberikan peringatan kepada mereka yang menjual makanan yang mengandung zat berbahaya dan akan ditelusuri asal muasal makanan itu, jika masih ditemukan kedua kali, maka pihaknya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia juga mengimbau, kepada para pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku, terutama para pelaku usaha pangan agar tidak lagi menggunakan bahan tambahan non-pangan yang membahayakan kesehatan. “Masyarakat juga kami minta agar menjadi konsumen cerdas dan lebih proaktif dalam memilih pangan yang dibeli untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya. (Okan).

KOMENTAR DISQUS :

Top