Indonesia English
Rabu, 08 Februari 2023 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Sidang Kasus Alkes, Dadang Divonis 4 Tahun Penjara

Senin, 26 Oktober 2015 20:14:07 wib - Komentar
Dadang Priyatna. (foto Sindonews).

Serang, (Banten88.com) – Petualangan Dadang Prijatna di Pengadilan Negeri Tipikor Serang usai sudah. Tangan kanan Tubagus Chaeri Wardana yang juga Manager Operasional PT Bali Pacific Pragama, dinyatakan terbukti bersalah melakukan pengaturan pemenang proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) kedokteran umum Puskesmas Kota Tangsel pada APBD-Perubahan tahun 2012.

Agenda sidang putusan kemarin, majlis hakim yang dipimpin oleh Jesden Purba menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda sebesar 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan uang hasil kejahatan korupsi 103 juta telah kembalikan dalam persidangan sebelumnya.

Dalam putusannya, Dadang dianggap melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana dan Pasal 3 jo Pasal 18 undang-undang yang sama jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

"Dengan ini menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta subsidair atau kurungan selama satu bulan penjara," tutur Jesden Purba saat membacakan vonis di PN Tipikor Serang, Senin (26/10).

Vonis hakim sama dengan tuntutan Jaksa penuntut  yang melakukan penuntutan selama 4 tahun penjara. Yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, merugikan keuangan negara dan bersama-sama merencanakan perbuatan jahat dalam penegakan korupsi.

Yang meringankan Dadang, karena terdakwa belum pernah dihukum, bersikap kooperatif selama persidangan, mengembalikan keuangan hasil korupsi dan ditetapkan sebagai justice collaborator oleh KPK, atau saksi yang mengungkap kejahatan atas keingannya sendiri.

Sementara dalam kasus korupsinya, Dadang dianggap memperkaya diri dengan mengambil keuntungan 103 juta bersama-sama dengan pemilik PT BPP, Tubagus Chaeri Wardana, sebesar 7,941 miliar. Selain itu, terdakwa bersama-sama memperkaya dengan pimpinan Java Medica Yuni Astuti sebesar 5,064 miliar, mantan Kadinkes Tangsel Dadang M Epid 1,176 miliar, serta pihak lain sehingga total kerugian negara akibat tindakan ini mencapai 14,528 miliar.

Mendengar vonis tersebut, Dadang Prijatna langsung menyatakan menerima vonis majlis hakim tanpa melakukan upaya pikir-pikir untuk melakukan banding di Pengadilan Tinggi. "Siap, saya menerima yang mulia, dan tidak melakukan banding," tutur Dadang terbata-bata.

Kasus korupsi Alkes ini cukup melelahkan dan memakan waktu panjang. Selama sidang, jaksa penuntut umum menghadirkan sebanyak 30 saksi yang didengar dalam persidangan. Banyak fakta-fakta terungkap yang terungkap selamanya jalanya persidangan.

Sidang ini dilakukan di split dan untuk terdakwa Mamak Jamaksari, mantan Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangsel, terungkap fakta bahwa TCW atau Wawan menarik fee sebesar 43,5 persen dari real cost proyek tersebut dengan nilai kontrak sebesar 23,109 miliar. (HAN)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top