Indonesia English
Senin, 08 Agustus 2022 |
Kesehatan

Sigit Wardhojo : Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama

Selasa, 26 Mei 2015 19:35:54 wib - Komentar
Sigit Wardhojo

Serang,(Banten88.com): Pemerintah provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan provinsi Banten segera memperbaiki 15 permasalah kesehatan yang ada di Provinsi Banten. Permasalahan kesehatan tersebut  berdasarkan rekomendasi dari Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) yang dilakukan Dinkes Provinsi Banten. Demikian dikatakan Sigit Wardhojo Kepala Dinas Kesehatan Banten saat menggelar sosialisasi informasi pembangunan kesehatan kepada seluruh awak media di Provinsi Banten, di Hotel Ledian, Kota Serang, Selasa (26/5/2015).

Sigit menjelaskan, permasalahan kesehatan tersebut adalah balita gemuk, kunjungan neotanal , penggunaan alat kontrasepsi, pemeriksaan kehamilan, kurang energi kronik pada wanita usia subur, persalinan oleh Nakes di Faskes, proporsi kecamatan dengan kecukupan jumlah dokter/penduduk, proporsi desa dengan kecukupan jumlah bidan/penduduk, kepemilikan jaminan pelayanan kesehatan, merokok, aktivitas fisik cukup, menggosok gigi dengan benar, cedera, diare pada balita dan ISPA pada balita.

“Persoalan kesehatan nantinya akan menjadi sorotan utama untuk memperbaiki sistem manajemen dan program kesehatan, meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan serta memperbaiki perilaku keluarga maupun masyarakat,”ujar Sigit.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi mengungkapkan, pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, harus lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan. "Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk pers," ujarnya saat mengisi materi dalam acara Sosialisasi Informasi Kesehatan.

Ditambahkan  Jimmy, pers harus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. "Rutin mengemas berita yang menarik tentang pentingnya kesehatan masyarakat, atau pola hidup sehat, anti narkoba, lingkungan sehat, makanan sehat dan olahraga," imbuh Jimmy.

Jimmy pun menyarankan agar pers memikirkan dampak dari sudut pemberitaan yang disiarkan. "Kesehatan bukan hanya jasmani, tapi juga rohani, maka pers perlu memikirkan pemberitaan yang bisa berdampak tidak sehatnya rohani masyarakat," ujarnya.(YAN/Adv).

KOMENTAR DISQUS :

Top