Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Pemerintahan

Sijelita, Toko Online Industri Rumahan Banten Dilaunching Wagub Andika

Selasa, 16 Oktober 2018 19:40:27 wib - Komentar
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy melaunching online marketplace atau toko online industri rumahan di Banten dengan nama Sijelita (Sistem jendela informasi wanita).

SERANG,(Banten88.com): Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy melaunching online marketplace atau toko online industri rumahan di Banten dengan nama Sijelita (Sistem jendela informasi wanita) dalam acara Gelar Hasil Industri Rumahan Perempuan Banten yang dihelat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Pemprov Banten di Gedung Aspirasi, Kawasan PusatPemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (16/10).

Andika menyebut Sijelita merupakan upaya Pemprov Banten dalam hal pemberdayaan perempuan. “Sekarang ini memang lingkupnya baru mewadahin industri rumahan para perempuan di Kota Serang. Ke depan, targetna seluruh Banten,” kata Andika dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut dipamerkan berbagai produk industri rumahan yang sudah terdaftar sebagai pelapak di aplikasi Android Sijelita. Juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama pengembangan Sijelita oleh sejumlah pihak bersama DP3AKKB Banten. Pihak-pihak tersebut di antaranya adalah Bank Banten, Jamkrida dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dikatakan Andika, dirinya mendukung penyediaan marketplace bagi produk industri rumahan dalam sistem perdagangan elektronik (e-commerce). Pesatnya laju penetrasi pengguna internet dan perkembangan teknologi informasi serta transformasi UMKM ke dunia digital dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi pelaku UMKM perempuan. Untuk itu, menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, perbankan, perusahaan telekomunikasi dan media massa diperlukan untuk menyukseskan program UMKM go digital.

“Selain itu, lokasi geografi, nilai-nilai tradisi, pendidikan dan keahlian berpengaruh terhadap kewirausahaan perempuan. Untuk itu, diperlukan program pemberdayaan ekonomi berbasis gender yang berkelanjutan,” paparnya.

Pemberdayaan Perempuan.

Lebih jauh Andika mengatakan, dalam Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 10 tahun 2005 tentang Pengarustamaan Gender dalam Pembangunan Daerah dan Peraturan Gubernur Banten Nomor 80 Tahun 2014 tentang Percepatan Pengarustamaan Gender Melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender di Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan kedudukan, peran, dan kualitas perempuan serta upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender dalam pembangunan daerah.  “Untuk itu, melalui Gelar hasil industri rumahan perempuan pada hari ini diharapkan membawa pengaruh positif bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen terhadap penyelenggaraan pembangunan berbasis gender. Data BPS tahun 2016, menunjukkan bahwa kaum perempuan tidak hanya memiliki peran domestik, melainkan juga sebagai penggerak pembangunan. Sebagai penggerak pembangunan, sebesar 46 persen perempuan 15 tahun ke atas berkontribusi dalam perekonomian. Perempuan berperan hampir di setiap bidang pekerjaan dan profesi.

Oleh karena itu, lanjutnya, keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan yang telah terbangun sampai saat ini harus terus disempurnakan yaitu dengan peningkatan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek. “Kegiatan gelar industri rumahan perempuan pada hari ini merupakan upaya pengembangan programprogram perlindungan sosial dan kesetaraan gender,” ujarnya.

Sebagaimana tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) dimana pada tujuan kelimanya adalah mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, kata Andika, karenanya perhatian terhadap perkembangan kewirausahaan perempuan harus semakin besar.

Penciptaan kewirausahaan perempuan khususnya di daerah perdesaan, lanjutnya, akan sangat membantu upaya-upaya pemerintah daerah dalam memerangi kemiskinan, selain itu juga sangat penting sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan kemajuan sosial di perdesaan. “Karena itu, saya berharap ke depan program ini dapat diintegrasikan dengan program perlindungan sosial dan pemberdayaan UMKM perempuan khususnya dalam platform ekonomi digital,” tutupnya. (ERN)

KOMENTAR DISQUS :

Top