Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Pendidikan

Sistem Pendidikan & Kebutuhan Bisnis Belum “Match”

Selasa, 08 November 2016 18:16:29 wib - Komentar
M LATIEF CEO Bina Nusantara Group Bernard Gunawan Binus University saat membuka Binus Industry Partnership Program (BIPP) 2016 di Shanghai, China, Selasa (8/11/2016).

SHANGHAI, (Banten88.com):Binus University kembali menggelar Binus Industry Partnership Program (BIPP) 2015 di Shanghai, China, Selasa (8/11/2016). Program tersebut diinisiasi untuk membina kerjasama antara perguruan tinggi, khususnya Binus University, dengan pihak ndustry dalam menyelenggarakan program magang.

CEO Bina Nusantara Group Bernard Gunawan mengatakan program BIPP yang digelar untuk ketiga kalinya ini diharapkan bisa memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan ndustry dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan di ndustry. Banyak hal bisa digali oleh kedua pihak untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kami selalu mengundang rekan-rekan ndustry ini tujuannya untuk bertukar pikiran tentang kualitas anak-anak (mahasiswa) kami dan tentu juga berharap bisa mendapatkan banyak masukan dari ndustry. Kami berharap di tahun ketiga ini hubungan dengan ndustry semakin kuat, karena saya yakin banyak yang bisa dieksplorasi bersama-sama,” ujar Bernard.

Bernard optimistis SDM dari kedua belah pihak akan sangat bisa bekerja sama. Di Binus sendiri misalnya, tercatat sampai tahun ini sebanyak 8.521 mahasiswa mendaftar di Binus, dengan jumlah alumni mencapai 93.601 orang, dan dengan 861 kerjasama ndustry.

“Bisa dibayangkan betapa besarnya potensi untuk bisa digarap bersama-sama dengan ndustry saat ini ndust depan,” kata Bernard.

Rektor Binus Institut Teknologi Kreatif at Malang, Ir Boto Simatupang, menambahkan bahwa sampai saat ini ndust pendidikan dan kebutuhan bisnis atau ndustry masih belum “match”. Hal itu bisa sangat mengkhawatirkan, karena saat ini ekonomi Indonesia masih di peringkat 16 terbesar dunia, sementara di 2030 ekonomi diprediksi di posisi 7 terbesar di dunia.

“Ini harus disiapkan dari perguruan tinggi dan ndustry, terutama soft skillsmereka,” ujar Boto.

Untuk itu, lanjut Boto, ndus Binus saat ini adalah menghasilkan SDM yang bisa bersaing dan menang dalam persaingan atau menjadi ndustryeur. Strateginya adalah mengedepankan kualitas akademik, memperkuat riset, dan internasionalisasi.  “Kita sadar tidak bisa sendiri, untuk itu kami terus kedepankan program 3+1,” kata Boto.

Program 3+1 adalah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa semester 6 jurusan apapun untuk merasakan pengalaman kerja di dunia nyata (ndustry) selama 1 tahun.

Selama setahun sisa masa kuliahnya itu mahasiswa akan belajar di luar lingkungan kampus dan menimba ilmu dari perusahaan-perusahaan multinasional atau global.

Melalui program ini, lanjut Boto, para mahasiswa dapat terjun lebih awal ke dunia kerja. Dengan cara itulah, menurut dia, mahasiswa memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan mahasiswa universitas lain.

“Ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya dan belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya,” ujar Boto.

Sumber : Kompas.com

KOMENTAR DISQUS :

Top