Indonesia English
Selasa, 07 April 2020 |
Ekonomi dan Bisnis

Subsidi Elpiji Pakai Kartu akan Dimulai di 4 Pulau

Jumat, 10 Maret 2017 16:40:35 wib - Komentar
Foto: Agung Pambudhy

Jakarta, (Banten88.com): Pemerintah berencana menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran untuk elpiji 3 kg. Saat ini, elpiji 3 kg menggunakan sistem distribusi terbuka, siapa saja boleh membelinya. 

Akibatnya, banyak elpiji 3 kg yang dikonsumsi oleh orang-orang mampu, tidak tepat sasaran. Harusnya, subsidi elpiji hanya untuk masyarakat miskin serta usaha kecil dan menengah (UKM). 

Sekarang pemerintah sedang menyiapkan kartu khusus untuk masyarakat yang berhak atas subsidi elpiji. Kartu itu seperti e-money, tapi hanya bisa dipakai untuk membeli elpiji 3 kg. 

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, menuturkan telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan direksi bank-bank BUMN untuk membuat kartu subsidi elpiji. 

Cara penyaluran subsidi elpiji diubah. Ke depan, subsidi tidak diberikan ke produk, melainkan diberikan langsung ke masyarakat miskin lewat kartu. Tentu sistem ini memerlukan banyak persiapan, maka tidak langsung diterapkan di seluruh Indonesia. 

Pelaksanaannya dimulai di 4 pulau dulu, yaitu Bangka, Batam, Bali, dan Lombok.

"Program subsidi elpiji tepat sasaran tetap bergulir. 2 minggu lalu saya ketemu direksi bank dan BI. Tapi tidak bisa langsung dijalankan di seluruh Indonesia. Di 4 pulau dulu, yaitu Bangka, Batam, Bali, Lombok," kata Wirat kepada detikFinance, Jumat (10/3/2017). 

Yang berhak menikmati subsidi elpiji 3 kg ada 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Mereka inilah yang akan mendapat kartu subsidi elpiji. Data peringkat kesejahteraan masyarakat itu disusun oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). 

TNP2K membuat data 40% masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah berdasarkan kriteria-kriteria seperti kepemilikan aset, perumahan, pekerjaan, tingkat pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. 

40% masyarakat itu berjumlah 26,7 juta Kepala Keluarga (KK). Dengan asumsi per keluarga ada 4 orang, maka jumlahnya ada lebih dari 100 juta penduduk. Tapi tak semuanya merupakan pengguna elpiji 3 kg, perlu verifikasi terlebih dulu berapa dari 26,7 juta KK itu yang merupakan pengguna elpiji 3 kg. 

Saat ini, total pengguna elpiji 3 kg mencapai 54 juta KK. Verifikasi akan dimulai dalam waktu dekat. Setelah itu pemerintah membagikan kartu khusus untuk masyarakat yang berhak atas subsidi elpiji. 

"Jumlah penerima sekarang dari 54 juta KK akan jadi 26 juta KK. Data-datanya sudah kita dapat. Sekarang kita lagi verifikasi dan sowan ke kepala-kepala daerah," papar Wirat. 

Selain verifikasi data, menyiapkan kartu, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pendukung untuk program subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran, misalnya mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk transaksi dengan kartu subsidi. 

"Ini nanti pakai kartu bansos (bantuan sosial), 2017 kita mulai bangun infrastrukturnya. Misalnya kartunya, EDC. Begitu semua dapat kartu, sistemnya sudah bagus, baru kita terapkan," ujar Wirat.

Kok Tidak Dimulai dari Jawa?

Ketika elpiji 3 kg dikeluarkan pertama kali 9 tahun lalu, Pulau Jawa yang pertama kali menikmatinya. Tapi untuk program subsidi elpiji tepat sasaran, Pulau Jawa justru belakangan.

Wirat menjelaskan, program ini tak dijalankan di Jawa dulu karena alasan teknis. Pulau Jawa penduduknya sangat banyak, verifikasi data dan koordinasi untuk pelaksanaannya jadi lebih sulit. 

Penerapan subsidi dengan kartu harus langsung serentak di satu pulau. Kalau tidak serempak, bisa terjadi kebocoran subsidi. Misalnya kalau di Jakarta elpiji subsidi hanya bisa dibeli pakai kartu, maka di provinsi-provinsi sekitarnya juga sudah harus pakai kartu juga. 

Kalau tidak serentak, bisa saja elpiji 3 kg yang dijual di Tangerang diborong oleh konsumen dari Jakarta. 

"Pulau Jawa kan kompleks sekali. Infrastrukturnya kita mulai bangun tahun ini.Misal kita terapkan di Jakarta, bisa bocor dari Tangerang, Bekasi kalau di sana belum kita terapkan. Jadi lebih kompleks," tutupnya. (Sumber : Detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top