Indonesia English
Kamis, 18 Oktober 2018 |
Nasional - Pemerintahan

Sukardi Rinakit Penulis Pidato Jokowi Minta Maaf

Jumat, 05 Juni 2015 20:18:13 wib - Komentar

Jakarta, (Banten88.com) - Penulis teks pidato Presiden Joko Widodo, yang menulis kelahiran Bung Karno di Bliar, akhirnya muncul juga. Sukardi Rinakit staf Kepersidenan, yang menulis teks pidato itu angkat bicara. Dia muncul dengan menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya memberikan informasi kepada Presiden Jokowi.

"Saya yang menulis teksnya, kesalahan itu sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan menjadi tanggung jawab saya, untuk itu saya mau mengklarifikasi," kata Sukardi dalam pernyataan pers yang diterima, Kamis (4/6) malam ini.

Seperti ramai diperbincangan berbagai kalangan, pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo membacakan teks pidato. Pada salah satu bagiannya, Jokowi menyebut kota kelahiran Bung Karno adalah Blitar. Padahal yang benar adalah Surabaya.

Menurut Sukardi, saat dia menyusun naskah tersebut, Presiden sempat memastikan lokasi kelahiran Bung Karno apakah bukan dari Surabaya. Ketika itu, Jokowi menyebut bahwa lokasi kelahiran Bung Karno yang diketahuinya ada di Surabaya bukan di Blitar. Namun, Sukardi memastikan dari pengetahuannya Soekarno lahir di Blitar.

"Waktu itu Presiden meminta saya untuk memeriksa, karena seingat beliau Bung Karno lahir di Surabaya. Tanpa memeriksa lebih mendalam dan seksama, saya menginformasikan kepada Presiden bahwa Bung Karno lahir di Blitar," ucapnya.

Pria yang sudah sejak kampanye lalu menulis teks pidato bagi Jokowi itu mengaku menggunakan situ Tropenmuseum.nl, yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar: "Soekarno (ook wel gespeld als Sukarno), geboren als Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 Juni 1901- Jakarta 21 Juni 1970) was de eerste president van de Republiek Indonesia". (Terjemahan: Soekarno (juga dieja Sukarno), lahir Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 Juni 1901- Jakarta 21 Juni 1970) adalah presiden pertama Republik Indonesia)

Selain menyatakan permohonan maafnya, Sukardi juga mengaku menemukan banyak bahan lain yang menyebutkan Bung Karno lahir di Blitar. "Memori saya juga dibelenggu oleh cerita rakyat yang sejak kecil saya dengar di kampung bahwa Bung Karno dilahirkan di Blitar, jadi itu yang selalu ada dalam memori otak saya,"  tukasnya. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top