Indonesia English
Senin, 19 November 2018 |
Nasional - Seputar Banten

Sumber Daya Air Mulai Kritis, Gubernur Rano Ajak Semua Stakeholder Selamatkan Air

Kamis, 15 September 2016 17:54:03 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno pada rapat Sinkronisasi Revitalisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) Pengelolaan Wilayah Sungai.

SERANG,(Banten88.com):Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, sebagai dampak dari pertumubuhan penduduk, kondisi sumber daya air Indonesia sudah mencapai tingkat kritis. Pasalnya, pada saat hujan terjadi bencana banjir dan longsor, dimusim kemarau terjadi kekeringan dan kekurangan air disertai terjadinya pencemaran air serta adanya perubahan iklim secara global. 

“Sumber daya air merupakan karunia tuhan yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam segala bidang. Kita semua baik pemerintah, swasta dan masyarakat dituntut untuk bekerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di banten,” kata Gubernur Banten Rano Karno pada rapat Sinkronisasi Revitalisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air  (GN-KPA) Pengelolaan Wilayah Sungai. 

Turut  hadir dalam rapat tersebut Staf Ahli Menter  PU-PR, Direktur Sinkronisasi urusan Pemerintah Daerah I Dirjen Bangda Kemendagri, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung-Cidurian-Cidanau dan perwakilan dari Kabupaten dan Kota. 

Menurut Gubernur Rano ,  pada tanggal  8 Mei 2015 yang lalu telah dilakukan penandatanganan MoU tentang GN-KPA oleh 8 Menteri sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya air terpadu. Kesepakatan ini, kata Guberur meliputi ruang lingkup pelaksanaan komponen yang mendukung pencapaian revitalisasi gerakan penyelamatan air.

“Komponennya yaitu penataan tata ruang, pembanguna fisik, penatagunaan tanah, konservasi  tanah, efisiensi pengelolaan pemanfaatan air dan penyediaan sumber daya air,” ujarnya Gubernur.

Gubernur Rano  melanjutkan, kesepakatan bersama yang dilakukan 8 Kementrian tersebut bertujuan untuk mendukung revitalisasi GN-KPA dalam rangka mengembalikan siklus hidrologi pada daerah aliran sungai (DAS), sehingga kendala sumber-sumber air baik kuantitas maupun kualitas dapat dicapai melalui program pemerintah pusat dan daerah.

“Tentunya kondisi tersebut bisa dicapai melalui pelibatan dunia usaha dan peran masyarakat dalam meningkatkan kerjasama dan koordinasi pengelolaan sumber daya air yang dikemas dalam suatu gerakan nasional guna menentukan prioritas wilayah  sungai,” katanya.(ERN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top