Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Pendidikan

SURYADI : GURU TAK BOLEH JEJALI PELAJARAN BIKIN SISWA BOSAN

Kamis, 18 Oktober 2018 19:52:20 wib - Komentar
PENDIDIK senior Suryadi, MPD Kepsek SDN Gurubug II Bojong Nangka (Bonang).

TANGERANG (Banten88.com) : PARA pendidik atau guru saat ini tidak diperbolehkan lagi menganut metode mengajar dengan cara penjejalan dalam memberikan mata pelajaran kepada anak didik. Karena cara mengajar dengan pola penjejalan, akan membuat siswa bosan. Demikian diungkapkan pendidik senior Suryadi, MPD yang juga Kepala SDN Gurubug II berlokasi di Kelurahan Bojong Nangka (Bonang) Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Pernyataan pendidik senior ini disampaikan pasca mengikuti acara Deklarasi Sekolah Menyenangkan yang diluncurkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Kepala Dinas Pendidikan Hadisa Mansyur Selasa (16/10/2018) dilapangan Maulana Yudha Megara Puspemkab Tangerang.

Acara Deklarasi Sekolah menyenangkan diikuti 2500 guru se Kabupaten Tangerang.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, sekolah kami siap mengimplementasikan program Gerakan Sekolah Menyenangkan yang sudah diresmikan oleh bupati Bapak Ahmed Zaki Iskandar dan kepala dinas pendidikan Bapak Hadisa Mansyur dan para pejabat Pemkab Tangerang lainnya. Suryadi menjelaskan, setelah program ini diimplementasikan, harus terjadi perubahan "mindset" (pola pikir atau kebiasaan cara berpikir dalam satu bidang) sehingga tidak lagi guru mengajar dengan menjejali siswa, kini saat mengajar, guru harus membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

Lalu Banten88.com bertanya, apakah guru tidak boleh lagi terlalu keras terhadap murid ?. Pendidik senior ini menjawab " Iya itu salah satunya ". Selanjutnya Banten88.com bertanya lagi, apakah dalam implementasi program ini, murid boleh dianggap teman oleh guru ?. Suryadi dengan tegas menjawab, murid posisinya tetap murid dan sebagai anak didik yang dididik oleh para guru tapi bukan teman guru. Namun demikian, tutur Suryadi lagi yang harus dirubah adalah pola atau cara mengajar guru. Guru harus membuat suasana sekolah menyenangkan dan guru tidak lagi menjejali siswa, namun dalam kelas siswa harus pro aktif. Indikator sekolah menyenangkan, lingkungan sekolah juga harus nyaman, tambah Suryadi.

Kepsek SDN II Gurubug ini menegaskan, sekolah kami sudah memenuhi persyaratan tersebut.  Soal kebersihan sekolah dan lingkungan yang asri merupakan indikator persyaratan yang harus dipenuhi dalam implementasi program Sekolah Menyenangkan.  SDN Gurubug II masuk 56 SDN yang sanitasinya bersih setelah dinilai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dari 500 SDN negeri yang ada di Kabupaten Tangerang.

Kini sekolah kami sedang menjalankan program Kurasaki atau Kurangi Sampah di Lingkungan Sekolah agar kebersihan sekolah selalu terjaga. Siswa diminta sekolah membawa tempat (wadah) untuk menaruh makanan saat jajan. Dengan demikian tidak ada sampah berserakan baik dihalaman sekolah atau diruang kelas. Disamping itu siswa diwajibkan membawa kantong plastik untuk menampung sampah misal bekas plastik air kemasan. Sampah tsb lalu dibawa pulang siswa untuk dibuang di tong sampah dirumah. Dalam pengamatan media cyber Banten88.com, sepanjang mata memandang dilingkungan SDN Gurubug II tampak bersih nian. Saking bersihnya disekolah tsb tak ditemui barang satu pun tong sampah.

 " Jadi tentang sanitasi sekolah yang bersih, pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah secara massal melalui Kurasaki, semua itu adalah satu kesatuan dengan implementasi program Sekolah Menyenangkan yang sudah diluncurkan pak bupati dan kepala dinas pendidikan dan sekolah kami siap melaksanakan Gerakan Sekolah Menyenangkan ",

tutur pendidik senior Suryadi, MPD, Kepsek SDN Gurubug II Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa II, Kabupaten Tangerang. (SS)

KOMENTAR DISQUS :

Top