Indonesia English
Rabu, 25 Mei 2022 |
Nasional - Olahraga

Taklukan Sriwijaya 2-0, Piala Jokowi Diboyong Maung Bandung

Minggu, 18 Oktober 2015 22:36:08 wib - Komentar
(foto. kompas.com).

Jakarta, (Banten88.com) – Hingga akhir babak ke dua Sriwijaya FC tidak berkutik menghadapi keberingasan para pemain maung Bandung. Tambahan waktu tiga menit, tidak menggoyahkan skor untuk kemenangan Persib. Sampai peluit 90 menit dibunyikan wasit Jumadi Effendi, kedudukan akhir Persib Bandung unggul 2-0 atas Sriwijaya FC pada final Piala Presiden 2015 di Gelora Bung Karno, Minggu (18/10).

Jalanya pertandingan babak ke dua tidak setegang pada pertandingan babak pertama. Para pemain Persib yang sudah berada diatas angin lebih memilih untuk bertahan, mereka hanya mengandalkan serangan balik. Tidak seperti babak pertama, tensi tinggi ditunjukkan kedua tim sejak wasit Jumadi meniup peluit tanda dimulainya laga. Sriwijaya FC sempat mendapatkan peluang pada menit ke-4, namun tembakan TA Mushafry masih melenceng di sisi kiri gawang I Made Wirawan.

Dua menit berselang, pelanggaran berbahaya dilakukan pemain Sriwijaya FC kepada Ilija Spasojevic di depan kotak penalti sendiri. Ahmad Jufriyanto yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Tendangan keras dia membentur pagar betis Sriwijaya, tetapi tetap terlalu deras untuk ditahan kiper Dian Agus Prasetyo.

Sriwijaya kemudian meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali pertahanan Persib direpotkan oleh Patrich Wanggai dkk. Persib sempat menambah keunggulan pada menit ke-39 lewat tembakan Atep. Namun, wasit menganulirnya karena kapten Persib itu terlebih dulu terkena offside, gol Atep di anulir.

Bukan itu saja, Atep bahkan terkena kartu kuning. Dia dianggap mengabaikan peluit wasit terkait offside tersebut. Maung Bandung akhirnya bisa menggandakan keunggulan pada pengujung babak pertama. Menerima umpan silang Atep, bola dikontrol Makan Konate.

Dia membalikkan badan dan menendang keras. Bola mengenai tiang dan memantul terkena kiper Dian Agus, tetapi malah masuk ke jala gawang sendiri, skor berubah telak bagi kemenangan Persib menjadi 2-0. 

Pada babak kedua, Persib mencoba mengambil inisiatif serangan. Akan tetapi, setelah itu, justru Sriwijaya FC yang tampil lebih mendominasi. Para pemain Persib lebih memperkuat lini pertahanan. Tak ada tambahan gol tercipta pada babak kedua. Persib menang 2-0 atas Sriwijaya FC dan berhak atas trofi Piala Presiden 2015.

Dua gol kemenangan Persib tercipta pada babak pertama. Ahmad Jufrianto membuka skor lewat tendangan bebasnya pada awal-awal laga, lalu sepakan Makan Konate pada akhir babak pertama gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Sriwijaya FC.

Skor 2-0 tidak berubah hingga akhir babak ke dua selesai. Kendati jalannya pertandingan babak ke dua baik Persib maupun Sriwaja FC sama-sama memiliki peluang untuk menciptakan gol. Namun hingga wasit Jumadi Effendi meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, juara dalam partai final piala Presiden 2015 diboyong oleh Persib Bandung.

Sementara atas kekalahan laga final, pelatih Sriwijaya FC, Subangkit, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Jumadi Effendi saat timnya ditekuk 2-0 oleh Persib. Menurutnya, Sriwijaya banyak dirugikan pada pertandingan tersebut. "Masalah wasit itu klasik. Percuma saya bilang wasit jelek, tidak akan merubah hasil pertandingan. Yang jelas, kita banyak dirugikan," kata Subangkit kepada wartawan.

Harapan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan kepada Persib Bandung untuk membawa  pulang sebagai juara dalam pertandingan final Piala Presiden 2015, melawan Sriwijaya FC sudah kesampaian. Aher terharu ketika tim kesayangan warga Bandung tersebut dapat menang sangat  sempurna dengan mengalahkan Sriwijaya 2-0.

"Kalau harus menang tanpa kejebolan, dengan skor 2-0, itu lebih bagus," ujar Aher, saat ditemui wartawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/10) malam.

Aher sangat berterimakasih kepada petugas keamanan pasalnya hingga akhir pertandingan situasi keamanan Ibu Kota tetap kondusif. Setelah menerima piala bergilir Presiden, Aher mengimbau kepada para Bobotoh dan Viking, sebutan pendukung Persib, untuk menjaga ketertiban selama perjalanan kembali ke Bandung. "Nurani kita sebagai Bangsa dan satu Tanah Air, tidak ingin ada kejadian buruk. Kami yakin ada koordinasi yang baik oleh aparat keamanan," kata Aher.

Selain membawa piala Presiden, maung Bandung berhasil mendapatkan uang tunai senile 3 miliar ditambah bonus 1,2 dan total hadiah yang diraup Persib Bandung menjadi 4,2 miliar. Sedangkan Sriwijaya FC sebagai juara II memperoleh hadiah 2 miliar ditambah bonus 1,2 dan total hadiah yang di dapat 3,2 miliar. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top