Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Terlibat Kasus Suap, OC Kaligis Dijemput Paksa KPK

Selasa, 14 Juli 2015 19:58:02 wib - Komentar
OC Kaligis.

Jakarta, (Banten88.com) – Setelah melakukan penggeledahan, penydidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) akhirnya menetapkan pengacara kawakan Otto Cornelis Kaligis. Pengacara kelas papan atas ini dijemput paksa penyidik KPK. Kaligis tampak tiba di gedung KPK sore ini dikawal beberapa penyidik. Dari pantauan, Kaligis tiba dengan menggunakan mobil Innova hitam sekitar pukul 15.50 WIB. Kaligis terlihat tidak bertenaga, dia melangkah menuju gedung KPK dengan mengenakan kemeja warna putih dengan jas warna hitam.

Kedatangan Kaligis mendapat pengawalan ekstra ketat dari petugas. Tampak beberapa penyidik mengawal Kaligis. Kaligis sendiri baru dipanggil pada Senin kemarin tetapi tidak hadir dan meminta pemanggilan ulang. Kaligis tidak memberi komentar apa-apa, dengan senyum kecut dia langsung memasuki ruangan pemeriksaan

KPK menjemput paksa pengacara OC Kaligis sore ini. Kaligis dijemput terkait kasus suap tiga hakim di Medan. Kaligis tiba di gedung KPK, Selasa (14/7) dengan pengawalan penyidik yang mendampingi Kaligis di dalam mobil tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Kaligis ditangkap terkait dugaan kasus suap tiga hakim PTUN di Medan. Pimpinan KPK yang dikontak terkait penjemputan paksa Kaligis belum memberikan respons. Kedatangan Kaligis sehari setelah KPK menggeledah kantor Firma Hukum OC Kaligis and Associates.

Kaligis pernah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan. Ia akan diperiksa bagi tersangka M Yagari Bhastara alias Gerry yang merupakan anak buahnya di kantor tersebut.

Namun, Kaligis tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, staf Kaligis menemui penyidik untuk memberi tahu alasan ketidakhadirannya. “Sudah ada pemberitahuannya, tapi penyidik memiliki pertimbangan lain untuk melakukan pemeriksaan secepatnya,” katanya.

KPK telah meminta Dirjen Imigrasi melakukan pencegahan ke luar negeri atas nama Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan OC Kaligis terkait kasus dugaan suap kepada hakim PTUN Medan.  Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Selain Gerry, KPK menetapkan Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi, hakim Dermawan Ginting, dan panitera sekretaris Syamsir Yusfan.

Penyuapan itu diduga terkait kasus sengketa antara pemohon, yakni mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Sumut, Fuad Lubis, dan termohon, yakni Kejaksaan Tinggi Sumut. OC Kaligis sebelumnya mengakui bahwa Gerry adalah anak buahnya di kantor OC Kaligis and Associates. Namun, ia mengaku tidak tahu-menahu soal uang yang diduga diberikan Gerry kepada majelis hakim di PTUN Medan.(DANG).

KOMENTAR DISQUS :

Top