Indonesia English
Rabu, 24 Juli 2019 |
Pendidikan

Tinjau PPDB di SMAN 2 Tangsel, Wagub Andika Dikeluhi Soal Zonasi

Selasa, 18 Juni 2019 16:15:38 wib - Komentar
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau pelaksanaan PPDB

TANGSEL,(Banten88.com):Memasuki hari kedua pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, Selasa (18/6), Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau pelaksanaan PPDB tersebut di SMAN 2 Kota Tangerang Selatan. Dalam kunjungannya, Andika mendapati keluhan langsung dari sejumlah orang tua calon siswa mengenai pemberlakuan sistem zonasi.

Eka (50), salah seorang dari orang tua calon siswa di SMAN 2 Tangsel yang tengah mengantar anaknya mendaftar di sekolah tersebut, langsung menghampiri Andika begitu mengetahui kehadiran Andika. Kepada Andika, Eka mengeluhkan diberlakukannya sistem zonasi sehubungan dengan belum meratanya kualitas sekolah di wilayah Provinsi Banten.

“Saya khawatir kalau kemudian anak saya tidak lolos di sini, lalu terpaksa harus memilih sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal kami, sementara sekolah tersebut kan tidak sebagus sekolah yang kami inginkan seperti di sini,” kata Eka.

Mendapati keluhan tersebut, Andika mengatakan, sistem zonasi diberlakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dengan tujuan untuk memberikan rasa adil kepada masyarakat, dalam rangka menjamin semua warga Negara untuk dapat bersekolah.

“Di satu sisi, pemerintah tentu saja saat ini termasuk Pemprov Banten tengah berupaya sekuat tenaga untuk menyamakan kualitas semua sekolah yang menjadi kewenangan kami, yaitu SMA Negeri sederajat di wilayah Provinsi Banten,” imbuhnya.

Andika menambahkan, para orang tua calon siswa SMA Negeri sederajat di Provinsi Banten tidak perlu khawatir tidak dapat memasukkan anaknya untuk bersekolah di SMA Negeri sederajat, kalau pun kemudian hasil pendaftaran di sekolah yang dituju menyatakan calon siswa tidak lolos. Hal itu mengingat Dinas Pendidikan Provinsi Banten akan mendistribusikan calon siswa yang dinyatakan tidak lolos di sekolah yang dituju, ke sekolah lain di mana calon siswa dinyatakan memenuhi kriteria untuk diterima.

“Makanya kan ketentuannya sudah menyebutkan kalau calon siswa hanya bisa mendaftar di satu sekolah, karena nanti sistem dinas pendidikan akan mendistribusikan calon siswa ke sekolah lain,” kata Andika yang dalam kunjungannya kali ini juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih.

Sehari sebelumnya Andika juga sudah meninjau PPDB di 3 sekolah di Kota Serang, yakni SMAN 1 Kota Serang, SMKN 1 Kota Serang dan SMKN 2 Kota Serang.

Jalur Prestasi

Sementara itu, orang tua calon siswa lainnya di SMAN 2 Tangsel, Yuli (39), mengeluhkan tentang minimnya kuota jalur berprestasi pada PPDB kali ini. Menurutnya, kuota jalur berprestasi yang hanya 5 persen telah membuat iklim berkompetisi calon siswa berprestasi di sekolah yang dituju menjadi sangat tinggi alias semakin kecil peluangnya untuk lolos. “Padahal kan anak saya sudah bekerja keras di SMP untuk menjadi anak yang berprestasi dengan harapan bisa masuk ke SMA favorit,” ujarnya.

Terkait keluhan Yuli, Andika mengatakan, prinsipnya kebijakan PPDB yang diberlakukan saat ini adalah untuk menjamin hak semua warga Negara untuk dapat bersekolah dan mendapatkan Pendidikan yang sama. “Jadi keluhan Ibu Yuli ini nanti tidak akan ada lagi karena nanti semua sekolah ya sekolah favorit. Doa kan kami Pemprov Banten yang berwenang terhadap sekolah SMA Negeri sederajat di Provinsi Banten untuk dapat meningkatkan dan menyamakan kualitas semua sekolah yang menjadi kewenangan kami dalam waktu dekat ini,” papar Andika.

Usai meninjau dan melihat langsung proses PPDB di SMAN 2 Tangsel di setiap tahapannya, mulai dari tahap pengambilan nomor urut, pemeriksan berkas, hingga entry data, Andika bersama rombongan lalu bergerak ke SMKN 5 Kota Tangsel untuk meninjau proses PPDB di sekolah kejuruan tersebut. Untuk diketahui, di sekolah kejuruan, PPDB dilakukan dengan melakukan tes seleksi masuk, atau tidak menggunakan sistem zonasi dan juga jalur prestasi seperti halnya di SMA Negeri sederajat. (okan).

KOMENTAR DISQUS :

Top