Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Hukum dan Kriminal

Tipu Calon Pangkalan Oknum Pengusaha Gas Dilaporkan

Sabtu, 16 September 2017 14:52:37 wib - Komentar
Polsek Baros

Serang, (Banten88.com): Pengusaha gas  H Mulyana Khaelani alias Haji Mumu, warga Link Benggala Tengah, Rt 04/11, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang dilaporkan H Jamal warga Baros  di Polsek Baros. Laporan tersebut terkait dengan dugaan penipuan dan penggelapan terhadap pembelian tabung gas ukuran 3 kg yang diperuntukan bagi Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dalam meyakinkan mangsanya, Mumu yang dikenal sebagai pengusaha atau agen gas di Banten mencari calon korbannya yang ingin membuka usaha gas 3 kg yang akan dijadikan sebagai warung lapak atau biasa disebut dengan istilah pangkalan. Dengan mengklaim bahwa perusahaannya telah memiliki DO dari Pertamina yang seolah-olah ditunjuk sebagai agen gas di Banten, Mumu menggelapkan ratusan juta uang milik puluhan warga calon pangkalan.

Kepada para korbannya, Mumu meminta untuk membayar uang pembelian tabung gas yang harus dibayar dimuka sebesar Rp 96 juta untuk pembelian minimal 600 tabung. Kepada korbannya Mumu menjanjikan bahwa setelah uang tersebut disetorkan, pengiriman tabung gas beserta isinya akan dilakukan satu minggu kemudian atau paling lambat dua minggu pesanan tabung gas akan dikirimkan kepada pangkalan sesuai wilayah masing-masing.

Begitupun untuk selanjutnya, Mumu menjanjikan akan mengirim tabung gas secara kontinyu setiap bulannya sebanyak tiga sampai empat kali dalam waktu satu bulan. Namun celakanya, setelah uang tersebut disetorkan kepada Mumu, tabung gas tersebut tidak juga dikirim-kirim. Lebih parahnya lagi dari waktu satu minggu yang dijanjikan, ternyata hingga satu tahun lebih gas tersebut tidak dikirim juga.

“Sudah sering kita tanya jawabnya dua tiga hari lagi. Begitu seterusnya hingga sudah sampai tahunan itu tabung gas tidak dikirim juga, ini niatnya sudah melakukan penipuan,” kata Nina istri Basuki, warga Pontang  yang mengaku tertipu sebesar 100 juta saat dikonfirmasi via telepon

Menurut Nina, suaminya sudah sering menagih janji yang disampaikan H Mumu. Namun dari bulan ke bulan apa yang sudah dijanjikan H mumu hanya  sebatas janji, hingga persoalan tersebut sudah lebih dari satu tahun. “Pernah juga mau dilaporkan ke polisi, namun H Mumu memohon untuk tidak dilaporkan dan berjanji akan mengembalikan uangnya, namun hingga saat ini uang tersebut belum juga dikembalikan,” tutur Nina seraya menyatakan bahwa Basuki, suaminya masih di mekah sedang menjalani ibadah haji.

Peristiwa serupa dialami H Jamal, karena tidak kunjung selesai dia melaporkan kasus penggelapan yang dilakukan H Mumu di Polsek Baros. Dalam laporannya H Jamal mengaku tertipu sebesar 40 juta dalam perkara tabung gas juga. Dari laporannya, Jamal mengaku bahwa  kejadian bermula pada  bulan Desember tahun 2016 lalu ketika  dia ditawari dan di iming-imingi H Mumu untuk menjadi pangkalan gas di Kabupaten Serang.

Kepada Jamal, Mumu menyampaikan ingin mengmbangkan usahanya dan mencari agen pangkalan di daerah Baros. Tertarik dengan bujuk rayu Mumu, Jamal menyerahkan uang sebesar 20 juta kepada H.Mumu guna pembuatan izin pembuatan agen pangkalan yang tak kunjung beres, tak hanya itu korban juga diminta sejumlah uang untuk pembelian kekurangan tabung gas guna persyaratan pembuatan izin tersebut.

Setelah berbulan-bulan ditunggu ternyata tidak ada realisasi apa yang di janjikan dan titik temu masalah tersebut, yang ada dia hanya diberikan janji-janji manis saja meski sudah sering ditagih kelanjutan usaha gas tersebut. Merasa tertipu, akhirnya H. Jamal melaporkan masalah tersebut ke Polsek Baros atas dasar penggelapan dan penipuan yang di lakukan oleh H.Mumu

Kapolsek Baros AKP Mulyanto, ketika di komfimasi terkait pelaporan atas kasus penggelapan dan penipuan  yang dilaporkan H.Jamal terhadap H.Mumu membenarkan adanya laporan tersebut, namun menurutnya kasus a tersebut sudah ada titik temu  sehingga laporan tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan. “Ya memang ada laporannya, tapi itu sudah di musyawarahkan dan sudah beres masalahnya,” ungkapnya

Dikatakan Mulyanto, atas laporan penipuan dan penggelapan tersebut, pelaku sudah dilakukan penahanan selama satu minggu, namun karena adanya pihak keluarga yang menjamin maka pelaku ditangguhkan penahannya. “Haji Mumu yang menjadi pelakunya sempat kita tahan sekitar satu minggu disini, namun setelah kita adakan musyawarah akhirnya kita bebaskan dengan pengantian sejumlah 40 juta dan sejumlah tabung gas kosong milik korban yang di kembalikan oleh terlapor,” jelasnya

Mulyanto menghimbau, jika masih ada korban atas peristiwa penipuan dan penggelapan yang dilakukan Haji Mumu, hendaknya segera melaporkan ke Polsek atau Polres agar dapat secepatnya tertangani.  “Kalau memang masih banyak ada korban yang lain, ya agar melaporkan langsung saja ke Polsek setempat, sementara kebetulan yang melaporkan ke kita baru Haji Jamal saja, dan kalau ada yang melaporkan kembali, apalagi ada warga Baros yang menjadi korbannya, kita siap menindaklanjuti,“ urainya.  (Faiz).

KOMENTAR DISQUS :

Top