Indonesia English
Rabu, 25 Mei 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

Tokmas Dukung Pembentukan Bank Banten

Rabu, 16 Maret 2016 19:44:01 wib - Komentar
H Embay Mulya Syarif

SERANG,(Banten88.com): Sejumlah tokoh masyarakat (Tokmas)  dan pendiri Provinsi Banten mendukung langkah pemerintah Provinsi Banten untuk membentuk Bank Banten supaya memiliki bank daerah, namun proses pembentukannya harus benar dan tidak tergesa-gesa.
“Banten perlu memiliki Bank sendiri tapi belum sangat perlu atau belum prioritas, sebaiknya harus dipersiapkan SDM dan lainnya. Mungkin beberapa tahun kedepan lagi atau sudah pilgub bisa dilakukan pembentukannya supaya terbebas dari politik,"kata Salah seorang tokoh pendiri Provinsi Banten H Embay Mulya Syarif usai menghadiri peluncuran buku "Bank Banten Dalam Pusaran Politik" di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Banten di Serang, Rabu, (16/3).

Embay mengatakan, dalam proses pembentukan sebuah bank harus dibutuhkan SDM yang baik, jujur, ramah, profesional dan integritas yang baik. Sebab dalam kasus kejahatan perbankan yang terjadi pasti akan melibatkan atau kerjasama dengan orang dalam  bank sendiri, sehingga perlu selektif.

 "Kita melihat kemarin dalam pembentukan itu kemungkinan ada yang salah. Buktinya ada yang tertangkap tangan oleh KPK, Ada pepatah permulaana yang baik sudah separoh pekerjaan, maka dari itu mulailah dengan yang baik sesuai aturan, hindari suap-menyuap, hindari kepentingan pribadi,"kata Embay Mulya Syarif.

Ia menyarankan agar pembentukan bank tersebut terbebas dari kepentingan politik atau kisruh politik, bisa saja mulai dirintis kembali pembentukannya setelah pemilihan gubernur Banten 2017 mendatang. Sehingga pembentukan bank banten tersebut benar-benar profesional dan bersih dari kepentingan politik tertentu.

"Pilgub 2017 kan sebentar lagi, sabar aja dulu. Bikin basic dari sekarang, undang konsultan dan orang-orang yang ahli perbankkan di Banten ini banyak pakar-pakar dan tokoh perbankkan, Jangan jalan sendiri-sendiri,"kata Embay.

Harapan yang sama juga disampaikan tokoh Banten lainnya yakni Nazmudin Busro, ia berharap Banten tetap memiliki bank daerah mengingat dalam sejarahnya Banten juga pernah memilki bank. Pendirian bank tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten dan meningkatkan perekonomian di Banten.

Selain itu, kata dia, Banten juga dalam sejarahnya memiliki tokoh nasional yang pernah mempimpin negara dalam keadaan darurat di Bukit Tinggi yakni Sjafrudin Prawiranegara, putera Banten yang juga ahli dalam perbankkan. Oleh kerana itu, ia mendukung Banten memiliki bank sendiri, namun proses pembantukannya harus benar dan profesional serta terbebas dari unsur politik.

"Bank Banten harus tetap dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat Banten,"kata Nazmudin yang juga hadir dalam peluncuran buku karangan Khatib Mansyur dari Yayasan SengPho Banten.

Sementara itu ahli perbankkan yang juga Komisaris Independen Bank BNI Rizqullah Thohuri mengatakan, secara histrois Banten pernah memiliki bank jauh sebelum provinsi lain memiliki bank. Secara ekonomis Banten juga memiliki potensi besar dengan banyaknya industri, perdagangan serta potensi pertanian di sejumlah daerah di Banten.

"Secara finansial Banten memiliki APBD yang cukup besar dan bahkan lebih besar dari beberapa provinsi lain yang saat ini  sudah memiliki bank sendiri. Sehingga pembentukan bank Banten merupakan keniscayaan. Pembentukan bank banten sebenarnya tidak memiliki hambatan apapun karena telah memiliki dukungan masyarakat dan payung hukum yang kuat,"kata Rizqullah yang juga mantan GM Bank BNI Cabang London tersebut.

Hanya saja persoalannya, kata dia, proses pembentukan bank Banten tidak sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, sehingga menimbulkan kasus hukum yang saat ini sedang ditangani KPK.  "Kami berharap rencana pembentukan bank Banten tetap terus berjalan dan diwujudkan, terlepas dari adanya  masalah hukum tersebut,"katanya.  

Sementara itu penulis buku "Bank Banten Dalam Pusaran Politik"  H Khatib Mansyur  yang juga salah seorang aktivis pendirian Provinsi Banten mengatakan, penulisan buku tersebut dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat Banten, bahwa bank Banten itu juga merupakan cita-cita para pendiri Provinsi Banten. Apalagi dalam sejarahnya Banten juga pernah memiliki bank dan mata uang sendiri.

Menurut Khatib, dalam perjalanan awal pembentukan Perda bank Banten dan juga tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten 2012-2017, semua berjalan lancar dan tidak ada perbedaan pandangan antara pihak eksekutif dan juga legislatif. Namun, hingga menjelang terbentuknya bank pembangunan daerah Banten tersebut, timbul persoalan yang berujung terjadinya kasus operasi Tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap dua anggota DPRD Banten dan juga direktur BGD terkait pembentukan bank Banten.

"Penulisan buku ini sama sekali tidak dilatarbelakangi OTT dua anggota DPRD oleh KPK. Namun kami jauh-jauh hari sudah melihat gelagat kurang baik dalam proses pembentukan bank Banten ini, sehingga mendorong saya untuk menulis buku ini sebagai bahan "brainstorming" bagi masyarakat," katanya.

Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh Banten dan akademisi seperti Rektor Untirta Soleh Hidayat, Rektor IAIN Fauzul Iman, Mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman, perwakilan unsur Forum Kordiansi Pimpinan Daerah (FKPD), ahli perbankan serta para mahasiswa.(YAN/OKA).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top