Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Politik

TOKOH PEMUDA ADAM ISMAIL : VISI & MISI BUPATI & WAKIL BUPATI SESUAI KEBUTUHAN MASYARAKAT SUMEDANG

Rabu, 16 Oktober 2019 20:18:05 wib - Komentar
TOKOH pemuda Sumedang, Adam Ismail (kiri) bersama Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan (kanan).

Sumedang,(Banten88.com): Duet kepemimpinan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, S.T, M.M dan wakilnya H.Erwan Setiawan, S.T untuk periode 2018 - 2023, dimata tokoh pemuda Sumedang Drs. H.Adam Ismail, SE, M.Si yang juga dosen Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus pusat Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dinilainya sebagai duet kepemimpinan yang bisa diandalkan karena visi dan misi sesuai kebutuhan masyarakat Sumedang.

" Bupati dan Wakil Bupati Sumedang sangat care dan perhatian terhadap berbagai persoalan. Ini terlihat bagaimana bupati dan wakil bupati dengan totalitas menggalakan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan praktik - praktik terpuji, " tutur Adam.

Menjawab pertanyaan penulis, bagaimana tanggapan Bung Adam sebagai tokoh pemuda terkait kepemimpinan wakil bupati Erwan Setiawan. Benarkah ia digadang - gadang menjadi calon pemimpin Sumedang masa depan ?.

Adam mengatakan " Erwan dikenal sosok yang baik dan tegas. Sikap seperti ini yang diharapkan untuk menata sistem pemerintahan yang bersih dan transparan. Contoh, Erwan adalah sosok yang sangat tidak suka jual beli jabatan. Dia sangat profesional dalam menentukan seseorang untuk menduduki jabatan sesuai dengan kompetensinya. Sikap tegas dan profesional seperti ini, bakal menghantarkan Sumedang kedepan akan lebih baik," tambah Adam yang saat ini sedang menyelesaikan studi S.3 nya.

SURVEY HARAPAN MASYARAKAT

Dari hasil survey tentang Harapan Masyarakat, terkuak beberapa point penting yakni :

1. Masyarakat Sumedang memiliki harapan terciptanya lapangan pekerjaan.

2. Perlunya penanggulangan kemiskinan.

3. Perlunya perbaikan sarana dan prasarana pendukung perekonomian rakyat baik itu Pasar, Jembatan dan Irigasi.

4. Terciptanya penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau.

Wakil Bupati Erwan Setiawan juga menegaskan, Sumedang memiliki segala potensi untuk maju. Mulai dari Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), sarana pendidikan, industri dan bidang olahraga. Semua potensi itu harus dimaksimalkan guna terwujudnya masyarakat Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional dan Kreatif (Simpati).

MULAI MEMBANGUN DARI PINGGIR

Berbicara tentang membangun daerah, papar Adam lebih lanjut, sifatnya sangat luas yakni membangun phisik, infrastruktur, membangun pendidikan, membangun karakter dan masih banyak lagi. Membangun, masih urai Adam, itu harus berdasarkan analisa dan targetnya apa?. Jika target sudah diketahui, berarti kita bicara langkah apa yang harus kita lakukan. Kalau sekarang bicara masalah pembangunan phisik yang mempunyai efek pada bidang ekonomi kerakyatan, tentu ada skala prioritas wajib. Juga harus terlebih dahulu dilihat skala prioritas yang harus didorong terlebih dahulu, misalnya dibidang ekonomi.

Dalam pengamatan dosen Ilmu Pemerintahan IPDN ini bahwa pembangunan phisik ditengah - tengah atau di perkotaan mayoritas hasilnya cukup baik. Namun, masih tandas Adam, kenapa saya katakan penting membangun dari wilayah pinggiran (pedesaan), karena sampai saat ini dan sebagian besar wilayah pinggiran masih tertinggal. Tidak ada sebutan bahwa wilayah Pinggiran itu merupakan wilayah yang maju. Oleh karena itu, bagaimana caranya wilayah pinggiran ini menjadi wilayah yang maju sehingga bisa mengimbangi ekonomi di wilayah. Entah itu di Kabupaten, Kota bahkan Provinsi.

Masih beber Adam, konsep membangun dari pinggir itu penting. Kita harus jujur, bahwa yang ditengah (perkotaan), kondisi pembangunannya sudah cukup baik. Sedangkan yang dipinggir, ironisnya tidak terlirik. Padahal kata kuncinya adalah Pemerataan.

Misal munculnya terorisme dan radikalisne  bukan karena karakter semata, tetapi diakibatkan adanya ketidakadilan.

Saat ini yang menjadi tolok ukur pada umumnya  adalah masalah ekonomi.  Ekonomi hanya bergulir di perkotaan sementara infrastruktur di pinggiran tidak jalan/tidak bagus. Ketika infrastruktur di pinggiran tidak jalan, akan berdampak pada melambungnya harga- harga barang dan jasa. Untuk mengatasi masalah krusial ini, maka para kepala daerah hendaknya berani memulai membangun dari wilayah pinggiran. Karena produk - produk itu adanya diwilayah pinggiran. " Tidak ada yang namanya sawah itu di kota. Tidak ada areal hutan lokasinya di kota. Semua berlokasi di pinggir, tegas Adam lebih lanjut.

Maka bangunlah infrastruktur yang bisa menghubungkan antar pinggiran dan kota, karena ini kunci pemerataan.  Jika sudah merata, masyarakat akan merasa puas. Jika masyarakat puas, tidak ada lagi yang namanya terorisme dan radikalisme. Demikian tokoh pemuda Sumedang yang juga dosen IPDN, Drs.H.Adam Ismail, SE, M.Si. (SS)

KOMENTAR DISQUS :

Top