Indonesia English
Sabtu, 28 November 2020 |
Nasional

TONNY K MAINKAN SENDIRI SELURUH ALAT MUSIK GESEK DI ALBUM KOES PLUS IN CONCERT

Minggu, 05 Agustus 2018 15:42:20 wib - Komentar
Tony Koeswoyo.

 

Malang (Banten88.com) : KOES PLUS pada 1976 memberi kejutan dijagat musik pop. Kejutan Itu adalah menampilkan album baru dengan iringan musik full orkestra dengan tajuk cukup keren " Koes Plus in Concert ". Dirilisnya album ini memang menimbulkan berbagai pertanyaan, utamanya siapa musisi pendukung yang memainkan orkestra sehingga seluruh lagu dalam album ini memang kental dengan warna orkestranya. Tidak hanya itu, album ini juga menyajikan lagu dengan penulisan lyrik yang tidak biasa  alias sangat memperhatikan mutu. Lyrik " kelas berat " itu antara lain pada lagu berjudul Kata Ibu, Dunia Ini dan Cobaan. Namun Koes Plus tetap menyajikan lagu manis yang sangat komunikatif dan mengena di sanubari remaja sangat populer dan digemari pada eranya. Antara lain lagu berjudul Senyumanmu, Katakanlah, Aku dan Dia serta lagu Rindu buah karya Yok Koeswoyo. Terdapat 2 lagu jika didengar dikeheningan malam, dengan iringan orkestra yang penuh harmoni terasa mengharu biru dan mencabik - cabik perasaan yakni lagu berjudul  Senyumanmu (Yon Koeswoyo) dan Rindu (Yok Koeswoyo). Jika lagu Koes Plus berdurasi antara 2 sampai 3 menit. Tapi menurut Kusyanto salah satu nara sumber acara Surabaya Koes Plus Night (SKPN) di Radio Sonora Jaringan Surabaya, kepada media cyber Banten88.com mengatakan lagu Rindu di album Koes Plus in Concert merupakan lagu terpanjang milik Koes Plus dengan durasi mencapai 5 menit.

TONNY MEMAINKAN ALAT MUSIK GESEK

Untuk menjawab rasa penasaran tentang musisi pendukung yang memainkan iringan orkestra, media ini mewawancarai Ir.Wasis Susilo, MM sumber yang sangat kompeten dibidang ilmu dan seni tentang Koes Plus. Wasis yang arek kota Malang ini adalah pendiri organisasi kemasyarakatan bernama Jiwa Nusantara (JN) yang tugas utamanya adalah menjaga dan melestarikan mega karya emas band Kus Bersaudara dan Koes Plus sekaligus mengorganisir kegiatan fans kedua band legendaris tsb yang jumlahnya jutaan. JN didirikan oleh Wasis bersama Yok Koeswoyo pemain bas dan penulis lagu Koes Plus. Wasis profesinya dosen ilmu Teknologi Informasi juga menulis buku berjudul Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik. Berikut ini wawancara live media Cyber Banten88.com (Minggu 5/8/2018) dengan Wasis Susilo terkait soal ormas JN, tentang penulisan buku kemudian soal album Koes Plus in Concert dan sikap politik JN.

Banten88.com : Kapan organisasi JN didirikan ?.

Wasis : JN didirikan 19 Januari 2004 setelah peringatan hari kelahiran Tonny Koeswoyo (Lahir di Tuban Jatim 18 Januari 1936 dan wafat di Jakarta 27 Maret 1987).

Banten 88.com : Saat didirikan awalnya organisasi JN bentuknya seperti apa ?.

Wasis : Kami semula berbentuk paguyuban  kemudian pada 2013 terdaftar di Notaris sebagai ormas dan pada 2016 memperoleh legalitas dari Depkumham.

Banten88.com : Sudah berapa cabang JN saat ini ?.

Wasis : Terdapat di 20 kota, yang terakhir diresmikan JN Sukaharjo (Jateng) dan Pacitan (Jatim). Oh ya saya mengucapkan terimakasih kepada media cyber Banten88.com atas pemuatan berita tentang parade musik Kus Bersaudara dan Koes Plus di Pacitan.

Banten88.com :

Soal buku yang mas tulis berjudul Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik, prosesnya sudah sampai tahap mana mas ?.

Wasis : Intinya kami masih harus presentasi dengan pihak Yayasan Koes Bersaudara. Setelah clear tentunya kami pasti meminta bantuan " panjenengan " (anda) untuk menyebarkan kepada penggemar Kus Bersaudara dan Koes Plus.

Banten 88.com : Soal sikap politik JN di Pileg dan Pilpres 2019 ?.

Wasis : Sebagai orang JN saya tidak merekomendasikan apa - apa. Karena di kepengurusan JN pusat dan daerah ada unsur berbagai partai. Soal dukungan atau tidak, saya serahkan ke masing - masing anggota. Posisi JN netral.

Banten88.com : Dalam album Koes Plus in Concert ada yang menduga Koes dibantu musisi lain

Untuk orkestrasinya. Benarkah ?.

Wasis : Suara string dalam album Koes Plus in Concert diisi dan dimainkan oleh Tonny Koeswoyo menggunakan synthesizer yang bernama mellowtrone semacam sampling voice biola. Biola secara elektrik menggunakan rekaman multi track. Artinya Tonny sendiri yang mengisi masing - masing suara string. Sebelumnya Tonny telah berdiskusi dengan musisi dan aranger Syafei Glmboh. Koes Plus mencoba mengikuti trend musik " Gank Pegangsaan " dengan semi orkestrasi.

Catatan Kaki : Gank Pegangsaan adalah lokasi berkumpulnya musisi idealis dan eksperimental yang tidak mau di dikte producer rekaman. Musiknya disebut musik anak gedongan. Alumninya al : Keenan Nasution, Eros Jarot, Fariz RM, Chrisye, Harry Sabar, Guruh Soekarno Putra dllnya).

Banten88.com : Album ini laku berapa ratus ribu copy kaset mas ?

Wasis :  Saat itu penggemar musik pop belum siap, penjualannya hanya 3/4 % dari penjualan album Koes Plus Pop Indonesia.

Catatan Kaki : Penjualan kaset album Koes Plus Pop Indonesia kala itu dikisaran 500.000 hingga 1 juta copy.

Banten88.com : Mas Ton bisa memainkan seluruh alat musik gesek dan musik tiup di album ini. Berapa track kah system rekaman di Remaco saat itu ?.

Wasis : Remaco saat itu sudah 16 track. (SS).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top