Indonesia English
Jumat, 04 Desember 2020 |
Advetorial

TONNY KOESWOYO : KOES PENGANUT KONSEP BERMAIN MUSIK SECARA MIRUNGGAN

Senin, 19 Oktober 2020 19:34:24 wib - Komentar
IKLAN album Koes Plus in Folk Song. - Koleksi Okkie T. Raharjo.

Jakarta (Banten88.com): KOES PLUS pada 1976 merilis album History of Koes Brothers yang berisi lagu-lagu tentang perjalanan karir Koes Plus dari masa ke masa. Album History of Koes Brothers mendapat anugerah Piringan Emas (Golden Record) dari major label Remaco. Sebelumnya Koes Plus telah merilis album Kau Selalu Dihatiku guna mengembalikan kedigdayaan duet dahsyat Yon dan Yok Koeswoyo dengan mengadabtasi musik gaya Kalin Twins (bukan Everly Brothers) dengan ketukan drum yang lembut.

Selanjutnya Tonny, Yon dan Yok bakal meledakan kejutan besar di tahun 1977. Namun ledakan besar itu telah dibocorkan majalah Aktuil.  Wartawan Aktuil memergoki Nomo Koeswoyo leader band No Koes sedang latihan bersama Tonny, Yon dan Yok di komplek Koes Bersaudara.  Saat latihan itu posisi Nomo dibelakang set drum.  Aktuil juga bertanya-tanya dan menduga-duga kejutan apa lagi yang akan dikedepankan oleh clan Koeswoyo ini?.

Akhirnya public ditahun 1977 terhentak ketika menyaksikan keempat Koes Bersatu lagi dalam group Koes Bersaudara 77 dengan mega hits berjudul Kembali.
Ada 2 versi kenapa Koes Plus saat dipuncak ketenaran harus ada group Koes Bersaudara 1977?.
Secara idealis bahwa Nomo Koeswoyo ingin bermain musik lagi bersama saudara-saudaranya seperti era Kus Bersaudara 1962.
Sementara secara bisnis dipicu tidak meledaknya album Koes Plus in Folk Song dan Koes Plus in Concert di pasaran.

Bahkan menurut Wasis Susilo, Ketua Jiwa Nusantara periode 1, album Koes Plus in Concert hanya terjual 2/3 dari target pemasaran Remaco yang biasanya  antara 500.ribu hingga 1 juta copy kaset, terang Wasis.
Padahal secara musikal menurut penulis, album Koes Plus in Concert merupakan tumpahan totalitas dan ide segar serta bermutu dari seorang Tonny Koeswoyo.

Pada album tersebut ada lagu hebat yang tidak biasa yakni lagu berjudul Kata Ibu dan Dunia ini.
Sedangkan lagu kuat adalah Cobaan, Rindu dan Senyumanmu.
Tapi apa daya selera masyarakat adalah selera lagu ringan yang enak didengar dan Koes Bersaudara 1977 telah membuktikan itu.

Mega hits Kembali, Malam Resah dan Cepat milik album perdana Koes Bersaudara 1977 meledak dan laris manis dipasar.
Lyrik lagu Kembali amat sederhana yakni :
Telah lama telah lama/
Kau kutunggu/
Bersamamu bersamamu/
Kuselalu.
Kutak mau kutak mau/
Hanya mimpi/
Hari ini hari ini kau kembali/
Kembali kembali kita bersama sama lagi/
Kembali kita bersama sama lagi/
Sampai akhir waktu nanti.
KOES PLUS BUBAR?
Pertanyaan wartawan yang sangat santer kala itu kepada mas Tonny adalah : Benarkah Koes Plus telah bubar sejak Koes Bersaudara 1977 tampil.
Pertanyaan tsb di Desember 1980 penulis tanyakan lagi pada mas Tonny saat penulis mengunjungi mas Ton di Komplek Koes Bersaudara Jalan H. Nawi 72 Cipete, Jakarta Selatan.
Mas Ton menjelaskan, " Dalam bermusik kami menganut konsep Mirunggan. Dengan konsep ini menggunakan drumer Nomo Koeswoyo atau Murry itu sesuai kebutuhan. Jadi kami tidak mengenal kata bubar," tegas mas Ton kala itu.

NOMO CABUT MURRY MASUK
Pada akhirnya setelah merilis 2 album pop Indonesia, 1 album Pop Jawa dan 1 album Pop Keroncong, Koes Bersaudara 1977 berpisah.
Tonny, Yon dan Yok kembali merekrut Murry guna merilis album Koes Plus 78.
Album ini sangat dahsyat dengan mega hits Kereta Api Pagi dan Rahasia Hatiku.
Saking banyaknya lagu dahsyat di album Koes Plus 78, sehingga penyiar Radio gamang menentukan judul lagu yang mana yang layak didudukan sebagai jawara dalam acara Tangga Lagu-lagu.
Apakah Kereta Api Pagi, apa juga Rahasia Hatiku yang beatnya sangat Beatles. Atau Pilih Satu dengan penulisan lagu yang mendalam dan cerdas.

Akhirnya lagu Rahasia Hatiku yang merajai tangga lagu-lagu Pop Indonesia.
Boleh dikata di tahun 1978 Koes Plus sedang berada di puncak ketenaran.
Penulis sebagai fans fanatic dan saksi hidup kedigdayaan Koes Plus di blantika musik pop, ini merupakan kenangan indah tak mudah tergerus oleh jalannya waktu yang telah pasti.

Sementara Nomo Koeswoyo bersolo karier dengan hits yang cukup sukses lewat lagu Laki-laki.
Pertanyaanya kenapa mas Ton berat melepas mas Murry?.
Jawabannya seperti dituturkan Wasis Susilo bahwa mas Murry mampu mengobati dahaga mas Ton secara psikologi dalam bermusik.
Sedangkan mas Yon pernah mengatakan, masuknya Murry di formasi Koes Plus 1969 telah menjadikan lompatan besar pada musik Koes Plus itu sendiri.
Murry drumer penuh talenta.
Di album perdana Koes Plus 1969 bertajuk Dheg dheg plus, ia dengan cerdas memasukan pukulan ala Charlie Watts drumer The Rolling Stones.
Itulah yang membuat musik Koes Plus menyengat keras dan galak lewat lagu Kelelawar, Dheg dheg plus dan Awan Hitam.
Musik Koes Plus
sangat berbeda dengan musik ala Kus Bersaudara 1962 yang lembut dan mengkedepankan harmoni.

MURRY KEMANA?
Ketika Koes Bersaudara 1977 terbentuk, lalu Murry kemana?.
Murry seniman multi talenta ini mendirikan Murrys Group bersama anak-anak muda cabutan dari band brass rock Yeah Yeah Boys (YYB) mereka adalah Pius (Guitar melody/Keyboard), Uki (Bas) dan Bian (Rhythem).

Selanjutnya posisi Bian diganti Harry CH.
Inilah formasi Murrys Group paling paten yakni Murry's Group Mark 1 dan Mark 2.
Musik Murrys Group lebih keras dibanding Koes Plus. Sangat kuat nuansa hard rock nya.
Murry bukan sekedar plus nya Koes tapi ++ nya Koes.
Usia Murrys Group hanya satu tahun namun sangat kreatif dan produktif.
Di Remaco hasilkan 2 album Pop Indonesia, 1 album Pop Jawa dan 1 album Pop Melayu.
Mega hits Murrys Group berjudul Besi Tua sama tenarnya dengan mega hits Koes Plus Mobil Tua.
Selanjutnya band besutan Murry ini pindah label ke Irama Tara.
Mega hits Anak Cucu di album ketiga meledak dahsyat di pasar.
(Seno Supono).

KOMENTAR DISQUS :

Top