Indonesia English
Rabu, 24 Juli 2019 |
Advetorial

TOPAN GROUP 1976 SANG IMITATOR " THE KING OF POP " KOES PLUS

Kamis, 28 Februari 2019 16:20:07 wib - Komentar
SAMPUL Piringan Hitam (PH) album perdana Topan Group band imitator Koes Plus

Oleh : Seno Supono

TAHUN 1976 band legendaris Koes Plus usai merilis album bertajuk " History of Koes Brothers ". Dalam album tersebut terdapat lagu - lagu dahsyat macam "Kerjakan Kini" , " Kala - kala ", "Manis Sekali", "Kau Datang Lagi"   " Da Silva" dll nya. Seperti dituturkan Ketua Jiwa Nusantara (JN) periode I (2004 - 2007) Ir.Wasis Soesilo, MM album ini adalah salah satu dari 22 album Koes Plus yang memperoleh anugerah Golden Record (piringan emas) karena penjualan kasetnya terjual antara 500.0000 hingga 1 juta copy. Wasis juga seorang penulis buku berjudul : Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik.

Jiwa Nusantara adalah organisasi kemasyarakatan didirikan oleh musisi legendaris, pemain bas, penulis lagu, vocalis suara 2  band legendaris Koes Plus, Yok Koeswoyo.

JN didirikan Yok dirumah sahabatnya  seorang pengusaha Agus Susanto Giri dikawasan Pondok Indah, Jaksel. Agus Giri juga menulis 3 buku tentang Yok Koeswoyo. Salah satu bukunya berjudul " Yok Koeswoyo - Pesan Dalam Lagu ".

JN bertugas menjaga dan melestarikan mega karya Kus Bersaudara dan Koes Plus lintas generasi. Masih ungkap Wasis saat ini di Indonesia terdapat 358 band Pelestari  khusus membawakan lagu - lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus. Namun diluar itu ternyata masih banyak juga band partikelir, tambah Wasis lagi. Dari jumlah tersebut, 60% band Pelestari berada di Yogya dan Solo.

KOES PLUS JADI ALIRAN MUSIK

Jika menilik begitu massivenya jumlah band pelestari, menurut penulis Koes Plus kini sudah menjadi aliran musik seperti Jazz, Pop, Rock dll nya. Aliran musik  " terbaru " ini adalah aliran musik Koes Plus. Para personel band Pelestari ini  bermain musik membawakan lagu Koes Plus, mengenakan costum ala 70 an, seperti celana cut bray yang dikenakan musisi Koes Plus dan menata vocal berusaha seperti Koes Plus.

TENTANG TOPAN GROUP 1976

Kala Koes Plus sedang berada di puncak ketenaran pada 1976 itu,  blantika musik pop Indonesia dikejutkan dengan kehadiran group band yang mencontek habis penataan arransemen dan vocal Koes Plus. Band itu bernama Topan Group 1976. Fans fanatic Koes Plus tentu penasaran dengan kehadiran band imitator ini. Yukawi Indo Musik sebagai pabrik piringan hitam yang menaungi band ini, menggeber habis iklan Topan di TVRI dan radio swasta.

Direktur operasi Yukawi adalah musisi Nomo Koeswoyo, drumer Kus Bersaudara 1960, adik kandung Tonny Koeswoyo dan kakak kandung Yon dan Yok Koeswoyo. Nomo adalah leader band No Koes yang ketenarannya membayang - bayangi Koes Plus. Ia dikenal rancak dalam hal teknik publikasi yang bombastis. Ketika di Indonesia belum banyak mengenal ilmu Komunikasi Bisnis dan Komunikasi Massa, Nomo dengan cerdas dan taktis sudah menerapkan ilmu itu. Nomo piawai memanfaatkan power media,

sehingga band - band Yukawi cepat dikenal di masyarakat seperti Franky & Jane, Kembar Group, No Koes, No Bo, Soneta Group, Topan Group, solois Enny Haryono special pembawa lagu - lagu No Koes dll nya. Kecerdasan seorang Nomo Koeswoyo telah melompat jauh kedepan melebihi eranya.

Sementara majalah musik paling berpengaruh dikalangan anak - anak muda perkotaan yakni Aktuil yang terbit di Bandung menyongsong dengan judul berita yang cukup mengejutkan " Topan Group Koes Plus nya Yukawi ".

Dalam waktu singkat lagu - lagu Topan Group akrab ditelinga masyarakat. Seperti hit " Tanah Lahirku " yang sebenarnya penulisan lyriknya satu tema dengan lagu - lagu serial Nusantara milik Koes Plus. Sedang pada lagu " Cinta Palsu ", permainan organ mengingatkan kita pada lagu " O La La " mega hits Koes Plus di album ke 9. Selanjutnya antara lain ada lagu " Ayah - Ibu", " Saat itu ", " Manis di Matamu ",   dan " Kanan Kiri " yang mengambil irama Hard Beat. Harus diakui Topan Group bisa mencuri perhatian fans Koes Plus karena lagu - lagu mereka di album perdana ini, cukup akrab dan familiair ditelinga. Sedangkan di album kedua, lagu jagoanya adalah " Tanah Surga ", " Hey Manusia " dan " Desaku "  berirama pop kerontjong.

Untuk urusan penataan vocal, band ini tidak meniru duo vocal legendaris Yon dan Yok Koeswoyo, namun vocalis utamanya (Isal/Ari)  merepresentasikan vocal megah Tonny dan Yon Koeswoyo.

Ari yang dimaksud adalah musisi Ariwibowo kelahiran kota Salatiga. Ia dikemudian di era 80an melalui groupnya Bill & Brod tenar dengan mega hits " Madu dan Racun ". Pada awal 70 an, Ariwibowo bersama rekan - rekannya dari Salatiga sebenarnya sudah membentuk band " Young Generation ""dan sudah naik PH pula yang menyisipkan lagu Jawa berjudul " Yo Ben ", namun keberuntungan belum memihak pada band yang digawangi " Arek - arek Solotigo " ini. Ariwibowo kelahiran Salatiga, 5 April 1952 dan meninggal di Jakata, 14 April 2011 dalam usia 59 tahun.

Ketika lagu - lagu Topan mewarnai radio - radio swasta, saat itu penulis sudah duduk di kelas 1 SMAK dikota Salatiga (Jateng). Hampir setiap hari lagu Topan Group diperdengarkan di Radio C2, C5 dan RKPD ( Radio Khusus Pemerintah Daerah) Kodya Salatiga. Kami fans Koes Plus tidak bisa dipungkiri memang suka juga dengan lagu milik Topan. Bahkan teman sekelas saya Tjeng Djin Kian yang rumahnya belakang Pasar Baru Salatiga, setiap jam istirahat, selalu menyenandungkan lagu Topan berjudul " Hey Manusia " . Seperti pada lagu " Kanan Kiri", " Hey Manusia " tampil dengan irama menghentak dengan permainan bas atraktif dan sangat diminati anak - anak remaja kala itu. Kedua lagu ini tampil dengan irama Hard Beat yang sedang populer saat itu. Irama ini mengambil istilah dari album musik keras Koes Plus yang laris manis di pasar kaset yaitu album Koes Plus in Hard Beat dengan mega hits " Jemu " dan " Mobil Tua ".

Kalau soal penulisan lyrik tentu Koes Plus tidak bisa disaingi oleh Topan. Karena lyrik lagu - lagu Koes plus amat luas dan mendalam. Membentang dengan tema : Penyerahan diri yang total kepada Tuhan Yang Maha Esa, bhakti kepada orang tua, cinta tanah air, cinta sesama, tidak berkhianat kepada sahabat, setia kepada pasangan hidup, bekerja keras dan mensyukuri rejeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa serta tidak memelihara rasa iri dan dengki. Koes selalu mengajari kita menjadi sosok tidak sombong dan selalu rendah hati dan sikap itu tercermin dari pribadi keempat musisi Koes yakni Tonny, Nomo, Yon, Yok dan Murry.

Pada akhirnya usia band imitator Koes Plus ini tidak panjang. Ketika mereka merilis album ketiga mengkedepankan lagu " Susana " gaung Topan semakin lemah. Namun demikian, band ini sempat menarik perhatian fans Koes Plus dengan lagu komunikatif, lyrik sederhana, melody manis dan riang serta penataan vocal cukup rapi. Namun untuk permainan drum, drumer Topan Group belum bisa menyaingi kedahsyatan Kaisar Drum Republik Indonesia, Murry Koes Plus.

TANGGAPAN ATAS HADIRNYA TOPAN GROUP

Berikut ini tanggapan fans Koes Plus atas kehadiran Topan Group.

TJETJEP ROSADI (Ketua JN Periode ketiga 2011 - 2013) :

Topan adalah group yang benar - benar apik dalam memainkan musik dan selalu memperhatikan detail dari sudut alat musik yang dimainkan oleh para " player " nya.

Suara yang keluar dari keyboard, bas gitar dan melody, masing - masing tidak saling menonjol dan semua irama yang didominasikan terasa jelas (clear) harmonisasi dari alat musik itu sendiri. Keseimbangan harmonisasi terasa

Enak didengar dan rapi. Contohnya pada lagu " Kanan Kiri ", " Tanah Lahirku " dan " Tanah Surga ".

SUYAMTO DANDUN (Ketua JN Surakarta, Wakil Ketua JN  Pengurus Wilayah Jateng dan Divisi JN Pusat ) :

Saya memberi jempol atas kehadiran Topan Group. Performans nya menyerupai Koes Plus. Namun hanya sebentar berkibar di blantika musik pop. Topan belum bisa menandingi popularitas Koes Plus dan itu jelas

terbukti hingga kini. Album anak bangsa Kus Bersaudara dan Koes Plus tetap dihati penggemar dan masyarakat. Salam Jiwa Nusantara, Merdeka !.

AGUS (Leader band pelestari Koes

Plus, Scudetto - Kota Cimahi ) :

Topan Group hanya sekedar meramaikan blantika musik pop Infonesia saja. Tidak mewarnai apalagi menjadikan sebagai group yang kokoh, karena cuma sekedar pengekor.

MARKUS PENTA (Fans Koes Plus - 

Solo ) : Kehadiran Topan Group cukup memberi warna blantika musik Indonesia pada saat itu, tapi belum cukup untuk menandingi kepopuleran Koes Plus.

IWAN ( Band Pelestari Koes Plus, Aluspat - Bogor) : Saya kurang mengikuti, tapi ingat sih Topan Group dibawah bendera Yukawi Cimanggis, Depok. Kalau tak salah

No Koes juga di Yukawi.

KHOLIQ (Band Pelestari Koes Plus - Sumedang) : Tentang Topan Group lupa - lupa ingat. Lagu hits nya juga lupa yang mana ?. Kirim dong MP 3 nya atau video clipnya.

WIWIT (Band Pelestari Koes Plus, Dita Tour Band - Pacitan ) :

Saya tidak bisa komentar sebab saya tidak paham Topan Group. Agar menjawabnya tidak ngawur, karena dibaca banyak orang.*

 

KOMENTAR DISQUS :

Top