Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Ekonomi dan Bisnis

TPID Banten Diminta Fokus Mengorganisir Potensi Pangan

Kamis, 10 Agustus 2017 22:36:29 wib - Komentar
Gubernur Banten Wahidin Halim.

SERANG,(Banten88.com):  Provinsi Banten banyak memiliki potensi sebagai pemasok kebutuhan  pangan. Namun demikian  sejauh ini belum dikelola secara maksimal. Maka dari itu tim pengendali inflasi daerah (TPID) Banten diminta fokus mengorganisir.  Bahkan, TPID diminta agar bergerak ke pelosok-pelosok Banten untuk melihat  situasi secara langsung di lapangan.  Demikian dikatakan  Gubernur  Banten Wahidin Halim saat memimpin rapat koordinasi TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (9/8).

“Sejauh mana pasokan, keterjangkauan harga, distribusi, saya lihat TPID belum fokus dan teroganisir dengan baik,” kata Gubernur yang akrab disapa WH.

Dijelaskan WH, potensi pangan di Banten cukup baik, serta dapat  memasok kebutuhan lokal dan juga kebutuhan daerah lain seperti DKI Jakarta.   “Kalau saya lihat  potensi pangan di Banten cukup bagus. Pasokan-pasokan ke Jakarta cukup, termasuk untuk Banten sendiri,” terangnya.

WH berharap agar TPID bisa mengembangkan potensi tersebut. Bahkan, dirinya juga sudah berbicara dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bekerjasama atas potensi tersebut.   “Kita bisa mengeksplor potensi kita, saya bilang ke jakrta kerja sama. Komponen yang menaikan inflasi yaitu lebaran. Ke depan, harus kita persiapkan semua pihak. Mulai polisi, BI dan lainnya. Saya berambisi untuk kepentingan masyarakat. Ayo bergerak,” katanya.

Wahidin juga  meminta, ke depan Banten tidak kalah dengan daerah lain. Angka inflasi harus ditekan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari dengan harga terjangkau.  “Kita harus lakukan manufer, inovasi terobosan yang baik. Tidak ada alasan orang Banten miskin. Kita berantas sindikat-sindikat yang merugikan rakyat,” katanya.

WH menerangkan, Pandeglang dan Lebak punya kekuatan untuk pasok ke Tangerang Raya. “Pertanian, perikanan kita cukup. Tidak hanya kebutuhan lokal tapi di jawa juga bisa,” ujarnya.

Ke depan, bahkan WH juga ingin membangun pasar agrobisnis di Banten. Upaya ini tidak hanya melakukan nota kesepahan (MOU) saja, akan tetapi ada implementasi secara nyata. “Jangan MOU mulu, kita harus mampu bangun sendiri.  Lahan sudah ada,” katanya.

WH menambahkan, TPID juga jangan hanya melakukan pengembangan potensi pangan yang ada, namun pertanian harus hemat. Karena itu, harus mengurangi rapat-rapat di hotel untuk efesiensi anggaran. “Coba tuh rapat di Pandeglang pinggir sawah,” katanya.

Kita komitmen, ayo bangun Banten. Kita siapkan kebutuhan masyarakat, kita harus lebih maju dari yang lain. Dan kita harus serius, karena menyangkut perkembangan ekonomi," ujar WH.

Sementara itu, Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten Budhiharto Setyawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Baten cukup baik dan masuk ke peringkat kedua di wilayah Pulau Jawa. “Pertumbuhan ekonomi di Banten terbesar disumbang dari lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 8,75 persen,” ujarnya.(Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top