Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Pendidikan

Tyo Regan Juara 1 Lomba Seni Sunda Pupuh Siap Berlaga Ditingkat Kabupaten

Rabu, 18 April 2018 19:35:00 wib - Komentar
Tyo Regan Pangestu juara 1 lomba Seni Sunda Pupuh tingkat Kecamatan Kuningan siap berlaga ditingkat Kabupaten.

Kuningan, (Banten88.com): Tyo Regan Pangestu siswa kelas 4 SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Al Istiqomah, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, kini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten yang akan dilangsungkan pada 8 Mei 2018.

Sebelumnya pada 21 Maret, ia menyabet juara 1 Putra Lomba Seni Sunda Pupuh untuk Tingkat Kecamatan Kota Kuningan. Tyo kala itu  membawakan Pupuh Mijil beserta penambahannya dan Pupuh Wirangrong beserta penambahannya. Terkait Pupuh Wirangrong ia senandungkan saat festival tingkat sekolah di SD Al Istiqomah sebelum bertanding untuk tingkat kecamatan  dan berhasil menyabet juara 2 putra.

Seni Pupuh merupakan salah satu karya sastra yang dimiliki masyarakat Sunda. Pupuh adalah puisi tradisional yang menggabungkan antara seni sastra dan lagu sunda. Seni ini memiliki Rima serta jumlah  suku kata yang membentuk sebuah pola  pada setiap barisnya. Pupuh dapat membentuk pola Rima serta jumlah suku kata yang Indah.

Sementara itu menurut penjelasan papap (ayah) Tyo, H. Kusmayadi, MM pada penulis, para guru yang menghantarkan putranya menyabet juara 1 tingkat kecamatan dan juara 2 tingkat sekolah adalah Ibu Uum Siti Marfuah, S.Pd dan ibu Liya Fitriani.Jika dirumah, sang juara tingkat kecamatan ini dilatih langsung oleh papap yang berprofesi sebagai pendidik di SMPN 2 Jalaksana pada mata pelajaran Bahasa Sunda.

Ketika Tyo menjadi juara 2 tingkat sekolah, penulis sudah memprediksi bahwa anak ini prestasinya akan terus membaik. Faktor pendukungnya antara lain, suara tidak fals, mampu mencapai nada-nada tinggi. Ia berada dilingkungan keluarga yang menyukai seni. Papapnya selain pendiidik juga hobi nyanyi lagu Sunda, lagu nostalgia dan lagu zaman now.. Kakak sulungnya Nadia Rahma Hanaum, telah mengeluarkan single berjudul "Satu Hati"  dan semasa kuliah di UPI Bandung ia tergabung dalam Padus (Paduan Suara) UPI dan sering menjuarai event nasional.

Sedangkan kakak ke 2, Aura Diyah Kania masih kuliah di FH Unsoed dan tergabung dalam band anak muda milenial di Purwokerto. Sementara pamannya Faras Teja Gumilang (Eja), calon pilot juga aktif di musik aliran Ska banyak mengandalkan alat tiup. Lingkungan seni inilah yang memberikan kontribusi bagi Tyo untuk mengantongi mental juara. Tentu harus ditunjang dengan bakat, kemauan dan kemampuan.

Bersamaan dengan itu, sang ayah juga tiada henti-hentinya menumbuhkan rasa cinta terhadap Seni Sunda dengan  secara intens mendengarkan lagu-lagu Sunda Kawih atau tembang. Tyo Regan sebagai anak yang terjun dibidang seni duanugerahi wajah yang ganteng sehingga di panggung parasnya nyaman nian dipandang. Ia bercita-cita menjadi arsitek atau anggota Polri untuk melindungi dan mengayomi masyarakat,  menjaga kebhinekaan dan keutuhan  NKRI.

Menggadapi festival seni Sunda Pupuh tingkat Kabupaten Kuningan Jabar mendatang, tidak boleh dianggap gampang karena arena ini akan diisi jago-jago Pupuh yang tersebar di 32 Kecamatan. Tyo Regan sudah mempersiapkan mental dengan sebaik-baiknya dengan terus berlatih dan berlatih serta  masuk sanggar seni sunda guna  olah suara, vibra serta pernafasan dan penguasaan stage (panggung).

Namun sebagai pendidik, papapnya paham benar psikologi sang anak. Jika disekolah dia menyerahkan sepenuhnya kepada pembina dan guru kelasnya. Namun jika dirumah, papap yang melatih langsung. "Latihan jam nya tidak perlu terlalu lama asal sering. Usia Kanak-kanak seperti Tyo psikologinya harus diperhatikan karena sangat membutuhkan dukungan dan perlu pujian serta "reward"  jika sudah berlatih dengan baik," Demikian H. Kusmayadi, S.Pd, MM. (SS)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top