Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

Ungkap Pembunuhan Engeline, Gedung Komnas PA Kebakaran

Minggu, 28 Juni 2015 20:42:17 wib - Komentar
Gedung Komnas PA Terbakar.

Jakarta, (Banten88.com)- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memastikan kebakaran pada Sabtu (27/6) malam bukanlah kebakaran yang pertama kali terjadi di Gedung Komnas PA. peristiwa serupa  terjadi pada tahun 2009 kasus kebakaran juga terjadi dan hampir menghanguskan seluruh bangunan berikut dokumen yang tersimpan saat itu.

"Peristiwa sama terjadi tahun 2009, gudang penyimpanan dokumen kami habis terbakar saat itu, ribuan data habis yang 2009 kebawah, dan itu membuat kami trauma,"  kata Arist kepada wartawan di Gedung Komnas PA, Jakarta, Minggu (28/6).

Arist mengenang, kebakaran kala itu telah menghanguskan dokumen yang dimiliki Komnas PA sejak tahun 1998 hangus begitu saja, karena saat ini sistem dokumentasinya masih terbilang sederhana. Dari peristiwa itu dia  menduga kebakaran kali ini berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani oleh Komnas PA. Hal tersebut berdasarkan berbagai kejadian-kejadian yang bersifat ancaman dan intervensi yang diterima dirinya dan pegawai Komnas PA dalam beberapa pekan terakhir.

"Semua pasti tahu. saat ini kami sedang menangani kasus berskala nasional dan internasional. Fakta kami mulai ungkap sejak 16 Mei hingga pada 10 Juni dan komnas didesak untuk segera mengungkap latar belakang orang yang membunuh di kasus Denpasar," ujarnya.

Kebakarakn tersebut sambung Arist,  menghanguskan seluruh berkas yang berada di ruang dokumen bisa dipastikan telah lenyap. Ia mengatakan bahwa ada sekitar 12 ribu dokumen yang berkitan dengan laporan dan hasil investigasi Komnas PA terhadap seluruh kasus yang diterima. Untuk mengembalikan dokumen yang telah lenyap, Komnas PA berencana melakukan kordinasi ulang dengan seluruh pihak tekait.

"Saya sampai hari ini belum lihat kemungkinan ada back up datanya, tapi setahu saya ada sistem digital untuk simpan dokumen. Tapi apakah ikut terbakar saya juga tidak tahu, karena tkp masih ditutup garis polisi," ujarnya.

Sebelumnya, Arist Merdeka Sirait mengaku bahwa seluruh dokumen yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Angeline tidak ikut terbakar. Arist memastikan hal tersebut setelah memeriksa kembali seluruh berkas yang masih dipegangnya. "Data tentang kasus pembunuhan Angeline masih lengkap di saya, karena data tersebut selalu saya bawa sejak pemeriksaan awal di Bali dan di Jakarta," urainya.

Menurut Arist, Komnas PA masih memiliki back up data mengenai kasus kematian bocah delapan tahun di Denpasar, Bali tersebut. "Data tentang Engeline sebagian dianggap terbakar, tetapi ternyata masih tersimpan rapi, saya simpan. Kalau ada unsur kesengajaan, saya kira mereka kecele. Data itu masih ada sama saya," tukasnya.

Lebih lanjut Arist mengatakan, dia masih menyimpan data-data seperti hasil investigasi Engeline. Arist menduga kebakaran ini berkaitan dengan kasus kematian Engeline yang sedang disoroti oleh Komnas PA. Sebab, kasus besar itulah yang saat ini sedang ditangani Komnas PA. Selain itu, kasus kematian Engeline juga dinilai sebagai kasus yang mendapat sorotan dari dunia internasional.

Namun, Arist belum dapat memastikan bahwa kebakaran ini berkaitan dengan kasus kematian Engeline. Dia pun memilih menunggu hasil Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.  Kebakaran ini tidak akan menyurutkan semangat Komnas PA untuk menangani kasus Engeline. "Saya enggak tahu ada kaitannya atau tidak. Tapi kita tunggu saja apakah ini sengaja, teror, sabotasi, tapi apapun itu kami siap," ujar Arist.

Seperti diberitakan, Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dilahap si jago merah, Sabtu (27/6) malam. Alhasil, dokumen-dokumen penting yang menyangkut pengaduan di Komnas PA ludes terbakar.  Empat ruangan di Komnas PA yakni ruangan Sekretaris Jenderal, gudang penyimpanan data, dan dua ruangan khusus untuk pegawai menginap juga ludes terbakar. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top