Indonesia English
Senin, 19 November 2018 |
Seputar Banten

Usai Pimpin Apel, Pekerja Honor Mengadu ke Wagub Andika Soal Pengangkatan Menjadi ASN

Selasa, 03 Juli 2018 20:17:48 wib - Komentar
Puluhan pekerja honorer K1 Pemprov Banten mengadukan nasib status mereka yang tidak kunjung diangkat menjadi ASN kepada wakil gubenur Banten Andika Hazrumy usai apel awal bulan pemprov Banten digelar di lapangan Mesjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (3/7),

SERANG,(Banten88.com): Puluhan pekerja honorer K1 Pemprov Banten mengadukan nasib status mereka yang tidak kunjung diangkat menjadi ASN kepada wakil gubenur Banten  Andika Hazrumy  usai apel  awal bulan pemprov Banten  digelar di lapangan Mesjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Selasa (3/7),

Andika yang menyadari dirinya ditunggu para pekerja honorer K1 Pemprov Banten, kemudian segera menyudahi diskusinya dengan beberapa pejabat anak buahnya itu. Seraya menghampiri Andika menyalami para pekerja honorer K1 tersebut. “Apa kabarnya nih Bapak-Ibu? Bagaimana apa yang bisa dibantu?” kata Andika ramah. Tanpa dikomando, para pekerja honorer K1 tersebut kemudian menyahut bahwa mereka ingin menanyakan kejelasan nasib mereka kepada Andika.

Dengan masih  berdiri di tengah lapangan menghadap ke kerumunan para pekerja honorer K1 yang antusias memperhatikan, Andika mengatakan dia dan Gubernur Banten Wahidin Halim masih terus berupaya untuk menanyakan kejelasan nasib para pekerja honorer K1 kepada Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi sebagai pihak yang berwenang terkait dengan persoalan tersebut. “Sampai hari ini saya dan Pak gub masihterus menanyakan soal ini ke kementerian. Dalam wakktu dekat ini jika ada agenda saya atau Pak Gubernur bertemu dalam acara dengan Pak Menteri (Menteri PAN dan RB), kami akan desak soal ini,” kata Andika.

Lebih jauh Andika mengatakan, pada prinsipnya Pemprov Banten sendiri sangat ingin pemerintah pusat menyerahkan kewenangan pekerja honorer K1 kepada pemerintah daerah, sehingga bisa diambil kebijakan oleh Pemprov Banten bahwa pekerja honorer K1 berstatus sebagai pegawai Pemprov Banten yang pembiayaannya menjadi tanggung jawab Pemprov Banten. “Bapak-Ibu kan tahu dari awal, itu yang kami minta dan harapkan ke pemerintah pusat. Kami sangat siap kalau kebijakan pusat seperti itu,” papar Andika yang disambut jawaban setuju dari para pekerja honorer K1 yang mengelilinginya.

Andika mengaku, dia dan Gubernur Banten sangat memahami keinginan para pekerja honorer K1 yang mengharapkan mendapat kejelasan status, mengingat pekerjaan yang diemban para pekerja tersebut tidak kalah pentingnya dengan para ASN. “Lebih-lebih kan ini sudah ada yang masa kerjanya belasan tahun ya? Bahkan mungkin sudah ada yang mau pensiun,” imbuhnya.

Diakhiri dengan foto bersama di tengah lapangan dan saling mendoakan di antara Andika dan para pekerja honorer K1 itu, pertemuan yang lebih mirip door stop para wartawan pemburu berita kepada pejabat nara sumbernya itu pun usai. Andika pun segera menaiki kendaraan golf yang biasa digunakan dia dan Gubernur di lingkungan KP3B, menuju ke kantor Bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah) untuk mengikuti rapat pimpinan bersama para Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang lazim digelar di setiap awal bulannya oleh Gubernur Wahidin.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 359 honorer kategori 1 (K1) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten hingga kini belum ada kejelasan kapan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN). Meski berbagai upaya sudah dilakukan, namun hingga kini pun belum membuahkan hasil.

Gubernur Banten Wahidin Halim sendiri menilai bahwa pemerintah tidak adil. Sebab, honorer K1 yang ada di lingkungan Pemprov Banten sebanyak 781 honorer sebagian sudah diangkat, sedangkan menyisakan 359 honorer belum ada kejelasan. (Okan).

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top