Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Advetorial

USMAN BERSAUDARA TAMPIL DI TVRI PUSAT JAKARTA NAPAK TILAS MASA KEEMASAN

Rabu, 17 Oktober 2018 19:38:56 wib - Komentar
USMAN BERSAUDARA dari kiri ke kanan Sofyan, Mamo, Usman dan semi jongkok Said.

JAKARTA (Banten88.com) : DALAM acara Memori Melodi yang ditayangkan TVRI beberapa hari lalu menampilkan beberapa artis  pertengahan dekade 80 an dan musisi yang berjaya di paruh 70 an. Sofyan dan Mamo dari band Usman Bersaudara tampil mewakili musisi pertengahan 70 an yang pada masanya band ini sangat tenar dan digemari kalangan remaja.

Mamo adalah ayah kandung artis Delia Septianti sedangkan Sofyan ayah kandung mantan penyanyi cilik Puput Melati. Beberapa bulan sebelum tampil di TVRI, Sofyan dan Mamo telah merekam ulang mega hits Usman Bersaudara seperti lagu  Kasih Mama, Sorry Boy dll nya.

Penulis yang mengalami masa keemasan Usman Bersaudara mencoba merekonstruksi kembali kisah - kisah manis dan indah tentang Usman Bersaudara. Sofyan dan Mamo saat tampil di TVRI beberapa hari lalu mengusung hits mereka yang amat melegenda yakni Kasih Mama dari album Usman Bersaudara Volume 1 (1976) di produksi Indah Music. Selanjutnya ada lagu Sorry Boy serta Kemana

(1977)  dari album Volume 3 yang diproduksi label besar PT. Irama Tara.

Saat tampil dalam acara Memori Melodi di TVRI belum lama ini, Sofyan dan Mamo menggunakan nama band Neo Usbros tidak lagi memakai nama Usman Bersaudara karena dua personel band ini telah meninggal dunia yakni Usman dan Said. Usman ayah musisi Rudy Cheesara dan bintang sinetron Popy Bunga.

MANS GROUP LALU NO KOES

Usman Bersaudara didirikan di Jakarta pada 1976  oleh 4 bersaudara yakni Usman (Leader, gitar melody, penulis lagu dan penyanyi dubing suara 3), Said (Bas, penulis lagu dubing suara 2), Sofyan (Drum, penulis lagu dan lead vocal) dan Mamo (Keyboard, penulis lagu dan penyanyi).

Namun jauh tahun sebelumnya Usman, Said, Sofyan bersama Gufron dan Iwon terlebih dahulu  membangun band Mans Group pada 1972 an. Kelimanya adalah arek Suroboyo yang pindah ke Jakarta guna merealisasikan cita - cita dan mimpi besar mereka

merekam musik dalam piring hitam.

Kreasi Mans Group rupanya menarik hati dan telinga pemilik perusahaan rekaman Dimita Moulding milik pengusaha Dick Tamimi. Mans Group mendapat kesempatan mengisi kaset Side B band besar Panjaitan Bersaudara. Meski hanya mengisi side B kaset Panbers, Mans Group cukup kreatif dalam menulis lagu orisionil milik sendiri. Hits yang populer adalah lagu Padang Dosa dan Surabaya Kota Kenangan. Ciri khas band ini adalah perpaduan suara 1, 2 dan 3 yang kompak dan harmonis. Penataan vocalnya rumit, bersahut - sahutan namun enak nian di dengar. Bahkan mereka bisa mengeluarkan suara mengayun atau ngetril yang  unique juga antique yang tidak dipunyai band manapun di Indonesia.

Era 70 an adalah era group musik merajai blantika musik pop. Tersebutlah sosok bernama Nomo

Koeswoyo mantan drumer band tenar Kus Bersaudara 1962. Nomo adalah adik kandung Tonny Koeswoyo dedengkot Koes Plus dan kakak kandung 2 personel Koes Plus Yon dan Yok Koeswoyo.

Nomo yang dikenal sebagai pebisnis ulung, panggilan jiwanya sebagai seniman tetap tak mampu

Ia tepis. Nomo ingin kembali bermusik seperti saudara - saudara kandungnya di Koes Plus.

Maka pada 1973 itu, jagat musik pop Indonesia diguncang dengan kehadiran band No Koes pimpinan Nomo Koeswoyo dengan personel Nomo Koeswoyo (Leader, arranger, penulis lagu, vocalis dan gitar akustik), Bambang Karsono (Gitar melody), Pompy Surya Darma (Keyboard), Usman (Gitar rhythem/penulis lagu/penyanyi), Said (Bas/vocal/penulis lagu) dan Sofyan (Drum/vocalis utama/penulis lagu).

Menurut Nomo Koeswoyo pada penulis terpilihnya trio Usman, Said dan Sofyan mantan personel Mans Group untuk memperkuat No Koes, karena ketiganya sudah memiliki ciri khas dalan bermusik. Sedangkan pemilihan gitaris Bambang Karsono dari band Arisanti dan Pompy Suryadarma karena skill permainannya yang mantap.

Nomo tidak saja piawai dalam bisnis namun instingnya sebagai musisi  memang tajam. Oh ya menurut penulis tongkrongan musisi No Koes memang tampak menarik dipandang. Nomo dengan rambut panjang sebahu tampak jantan dan ganteng seperti saudara kandungnya Tonny, Yon dan Yok. Demikian pula trio Usman, Said dan Sofyan, tampang pop nya nyaman nian dipandang. Demikian pula Pompy dan Bambang Karsono.

Menurut pengamat musik Agus Giri pelestari mega karya emas Kus Bersaudara dan Koes Plus yang juga sebagai penulis buku berjudul " Yok Koeswoyo ". Agus Giri sahabat karib Yok Koeswoyo. Dalam penilaian Agus, vocal Said dan Sofyan di No Koes diposisikan untuk menyaingi kekompakan vocal Yon dan Yok Koeswoyo di Koes Plus.

Insting Nomo memang tajam, dalam waktu singkat No Koes meledak dan tenar dengan hits antara lain : Sok Tahu, Mimpi Indah, Saat Ku Pulang Sendiri, Perantauan, Dicari, Pola Hidup Sederhana, Awan Putih, Telah Kucoba, Numpang Lewat, Malam yang Indah, Rindu, Aku Tahu, Hidup Sementara, Siapa Bilang, Bersepeda, Dalam Bercinta, Bersuka Ria, Kisah Seniman dll. Penulis menggaris bawahi pada lagu Kisah Seniman, duet indah Said dan Sofyan menyatu dan kompak. Jika lagu ini didengar tengah malam terasa nian nuansa syahdunya. Organ yang dimainkan Pompy mengeluarkan suara mirip gesekan biola sungguh mampu " memporak porandakan " perasaan. Apalagi lyrik lagunya cukup memilukan tentang kegagalan perjuangan seorang seniman di perantauan.

Jika kala itu di indonesia ada 6 super group made in Remaco yakni : Koes Plus, Panbers, The Mercys, Trio Bimbo dan Iin, Dlloyd dan Favourites Group, super group  ke 7 adalah No Koes made in Yukawi Indo Music.

Mantan drumer No Koes yang kini personel band Neo Usbros, Sofyan kepada penulis mengatakan bahwa album No Koes bertajuk " Sok Tahu " yang menghantarkan dirinya dikenal diseluruh Indonesia. Lalu Sofyan kepada penulis memposting gambar silang (×) yang merupakan ciri album perdana No Koes sambil bertanya apa arti simbol ini, tanya Sofyan kepada penulis.

Lalu penulis menjawab " Tanda silang itu artinya BUKAN mas. Maksud saya, ini album band No Koes bukan Koes Plus ", jawab penulis pada mas Sofyan.

Usia No Koes hanya sekitar 3 tahun (1973 - 1976) namun telah meninggalkan lagu tenar dan tidak  bisa dihapus dari sejarah musik pop di paruh 70 an.

Fans No Koes meratap siang dan malam ketika membaca headline majalah TOP yang diasuh budayawan Remy Silado (23761) dan merupakan majalah musik saingan berat majalah tenar Aktuil. TOP mengguncang dengan judul berita sangat bombastis NO KOES DIAMBANG KEHANCURAN.

Super Group No Koes akhirnya bubar. Nomo kembali bersatu dengan Tonny, Yon dan Yok membentuk band Koes Bersaudara 1977. Sementara top drumer Koes Plus Murry menggandeng musisi band Yeah Yeah Boys (YYB) beraliran brass rock yakni Pius dan Uki membentuk Murrys Group setelah merekrut Bian. Dikemudian hari, Bian diganti Harry Ch.

Namun bubarnya No Koes menjadikan pengalaman yang sangat berharga bagi trio Usman, Said dan Sofyan.

Mereka tentu banyak menimba ilmu bagaimana cara menulis lagu yang tidak terlalu berat tapi disuka masyarakat. Pengetahuan trio bersaudara ini tentang showbiz tentu semakin dalam. Demikian pula nama besarnya sebagai mantan musisi No Koes semakin menokohkan eksistensinya dalam bergaul dengan para musisi lainnya. Usman juga dikenal bersahabat karib dengan Deddy Dores guitaris band rock tenar dari Bandung Superkid. Pada 1994 Usman berkolaborasi dengan Deddy Dores untuk album Usbros 1994 dengan hits andalan lagu Percayalah.

Demikian pula trio bersaudara ini telah terkena efect ketenaran dari super group No Koes menjadikan posisi tawarnya  (bargaining position) dimata para producer semakin tinggi.

USMAN BERSAUDARA

Tidak memerlukan waktu lama, trio Usman, Said dan Sofyan vacum setelah No Koes pecah. Ketiganya merekrut adik kandungnya Mamo keyboardis band Pandawa Lima Semarang untuk mendirikan band Usman Bersaudara  melalui label Indah Musik berlambang 2 jari.

Kala itu di Indonesia hanya ada satu saluran televisi yakni TVRI merupakan media ampuh untuk ajang promosi album musik.

Lagu Kasih Mama dari album Usman Bersaudara Volume 1 setelah promo digeber di TVRI, lagu tsb melambung dahsyat ketenarannya. Nilai tambah lain adalah jika vocalis band biasanya merangkap sebagai keyboardis atau gitaris juga basist.

Eloknya band Usman Bersaudara vocalis utamanya Sofyan adalah seorang drumer. Lagu - lagu tenar silih berganti ditampilkan Usman Bersaudara antara lain : Omong Kosong, Wulandari, Corina, Anak Raja, Sorry Boy, Kemana, Dalam Kesunyian, Feby I love You, Cinta, Hari Kiamat, Angkat Topi, Mula - mula Malu - malu, ACC dan masih banyak lagi. Lagu mereka yang komunikatif dan sederhana sangat disuka pada eranya. Hadirnya Usman Bersaudara bagi yang pernah mengalami seperti kami para remaja paruh 70 an seperti mendapat idola baru yakni mas Sofyan. Tampangnya yang ganteng, piawai main drum, pintar nyanyi pula, jago menulis lagu serta dandanannya sangatgepop. Sehingga kala itu kami punya 3 idola yakni mas Yon dan mas Yok dari Koes Plus dan mas Sofyan dari band Usman Bersaudara.

Ketika lagu Kasih Mama promo di TVRI dan meledak dahsyat, saya sudah SMA kelas 1 di Salatiga. Esoknya lagu tsb kami jadikan topik bahasan paling up to date di dua kali masa jam istirahat di sekolah. Usman Bersaudara bagi kami para remaja kala itu, telah meninggalkan kenangan manis, indah dan mendalam serta sulit dilupakan.- BANTEN88.COM/SENO SUPONO

 

KOMENTAR DISQUS :

Top