Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Nasional

Wagub Andika: Penduduk Miskin di Banten Berkurang Menjadi 5,24 %

Minggu, 11 November 2018 06:32:32 wib - Komentar
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

JAKARTA,(Banten88.com): Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membuka secara resmi acara Pameran sei dan budaya Banten di Anjungan Provinsi Banten TMII Jakarta sebagai rangkaian HUT ke-18 Banten, Sabtu (10/11). Dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan, Andika membeberkan kinerja Pemprov Banten selama 18 tahun berdiri. Disebutkan, jumlah penduduk miskin di Banten telah berkurang menjadi 5,24 %.

“Iya bukan apa-apa, ini agar pihak-pihak di luar Banten juga bisa secara objektif mengetahui kondisi di Banten. Maklum kan sekarang era serbuan informasi dari yang valid sampai yang hoax banyak berseliweran,” kata Andika keada pers usai acara, saat ditanya antusiasmenya memaparkan kinerja Pemprov Banten dalam sambutannya sebelumnya.

Untuk diketahui, dalam sambutannya Andika mengatakan, 18 Tahun menjadi wilayah otonom provinsi, Banten terus membangun, menunjukkan berbagai keberhasilan. Disebutkan Andika, Indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Banten terus meningkat hingga mencapai 71,42 pada tahun 2017. Pendapatan asli daerah terus meningkat, dari Rp. 1,3 triliun pada tahun 2007, meningkat mencapai Rp. 6,18 triliun pada tahun 2018. Laju pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara progresif pada triwulan III tahun 2018 tumbuh sebesar 5,89 persen. “Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, dari 9,22 persen pada tahun 2003 menjadi 5,24 persen pada bulan semester I tahun 2018,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjutnya, Penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) terus mengalami kenaikan bahkan mengalami peningkatan. Berdasarkan Realisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) BKPM RI tahun 2018, kata Andika, pada triwulan II nilai investasi PMA dan PMDN di Provinsi Banten mencapai Rp. 14,4 triliun. “Banten tertinggi ke-4 dalam pencapaian PMA dan PMDN secara nasional setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujarnya.

Meski begitu Andika mengakui, bahwa dari beragam keberhasilan dalam berbagai indikator capaian tersebut, disparitas antar wilayah di Provinsi Banten masih sangat tinggi. Hal itu, kata dia, dapat terlihat dari ketimpangan capaian IPM antar wilayah kabupaten/ kota di Provinsi Banten. IPM Kabupaten Pandeglang pada tahun 2017 sebesar 63,82 dan IPM Kabupaten Lebak tahun 2017 sebesar 62,95 kontras berbeda dengan capaian IPM Kota Tangerang pada tahun 2017 sebesar 77,01 dan IPM Kota Tangerang Selatan yang mencapai 80,84.

Selanjutnya Andika mengulas, sektor industri khususnya industi pengolahan menjadi potensi investasi di Provinsi Banten. Namun di satu sisi, lanjutnya, pemerintah juga tengah fokus pada pengembangan investasi di sektor pariwisata. “Saat ini pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar kedua di atas sektor migas dan setelah industri minyak sawit. Untuk itu, saya mengajak seluruh stakeholder bidang pariwisata bersama-sama Pemerintah Daerah untuk senantiasa meningkatkan potensi wisata di Provinsi Banten,” paparnya.

Sektor pariwisata di Provinsi Banten, kata Andika, sangat potensial, sehingga semua pihak di Banten harus membenahi daya dukung pariwisata yang meliputi atraksi, amenitas dan aksesibilitas melalui penunjang infrastruktur pariwisata secara menyeluruh dengan pengelolaan secara baik oleh stakeholder yang melibatkan masyarakat sekitar.

Kata Andika, pariwisata harus dikelola dengan baik, agar sektor pariwisata dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Diungkapkan dia, mulai tahun 2017 sampai tahun 2021, Pemerintah Provinsi Banten melakukan revitalitasi Kawasan Peninggalan Kesultanan Banten yang diharapkan akan meningkatkan potensi destinasi wisata religi di Provinsi Banten.

Untuk diketahui, dalam acara yang digelar oleh Badan Penghubung Pemprov Banten bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemprov Banten tersebut, digelar sejumlah pementasan seni budaya Banten mulai dari angklung buhun dari masyarakat adat Baduy hingga rampak bedug yang merupakan kesenian khas Pandeglang. Selain itu, juga digelar bazar pameran sejumlah produk industri rumanh tangga unggulan yang ada di Banten, seperti kerajinan batik dari sejumlah daerah di Banten. (ERN)

KOMENTAR DISQUS :

Top